KUKAR, LINGKARKALTIM: Papan penggalangan dana untuk perbaikan jembatan besi di jalur Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dilaporkan hilang dan diduga dicuri orang.
Papan tersebut baru dipasang untuk mendukung pengumpulan sumbangan sukarela warga dalam memperbaiki kerusakan jembatan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Informasi hilangnya papan donasi tersebut disampaikan Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian, yang turut mengoordinasikan upaya perbaikan jembatan secara swadaya bersama masyarakat.
Sopan mengatakan, papan yang terbuat dari kayu ulin itu baru dipasang pada malam sebelumnya. Namun, pada Sabtu (26/9/2026), papan tersebut diketahui sudah tidak berada di lokasi.
“Baru dipasang, malam tadi kayaknya dicuri. Ada yang melihat orang yang mengambil papan itu, kami masih melihat dulu,” ujar Sopan Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, penggalangan dana dilakukan untuk mendukung perbaikan sementara jembatan yang mengalami kerusakan pada sejumlah bagian struktur. Selain papan donasi yang hilang, kondisi jembatan juga menjadi perhatian karena terdapat bagian fondasi dan gelagar yang patah.
Sopan menjelaskan, perbaikan sementara sebelumnya dilakukan oleh pengusaha kayu yang melintas di jalur tersebut, termasuk para pengangkut ikan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk swadaya untuk membantu mengatasi kerusakan jalan jembatan yang berlubang.
“Yang memperbaiki ini pengusaha kayu, sementara hari ini saya mau lihat kondisi di bawah fondasi yang agak patah, ada gelagar yang patah. Itu swadaya saja yang dipasang, tetapi dicuri,” katanya.
Ia menduga papan tersebut diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab karena ukurannya relatif mudah dibawa menggunakan sepeda motor. Kendati demikian, pihaknya masih berupaya memastikan kronologi dan pihak yang mengambil papan tersebut.
Sopan dijadwalkan meninjau langsung kondisi Jembatan Oloy pada Sabtu (26/9/2026). Peninjauan itu dilakukan untuk melihat tingkat kerusakan struktur jembatan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait langkah penanganan yang diperlukan.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Batu, Andri Shofyandani, mengaku belum menerima informasi secara langsung terkait hilangnya papan penggalangan dana tersebut.
“Belum ada informasinya. Nanti saya coba konfirmasi lagi,” ujar Andri.
Ia juga menyampaikan kemungkinan untuk melakukan peninjauan ke lokasi guna memastikan kondisi jembatan dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
Warga berharap peninjauan yang dilakukan dapat mendorong solusi terhadap kerusakan jembatan, mengingat jalur Oloy menjadi akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati saat melintasi jembatan yang kondisinya mengalami kerusakan. (ahk)










