KUKAR, LINGKARKALTIM: Sebanyak 400 Kepala Keluarga di Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara krisis air bersih.
Hal ini disebabkan oleh terjadinya kemarau panjang, sehingga debit air sungai Muara Kaman mengalami penyusutan.
Kepala Desa Menamang Kiri Jainuddin mengatakan, kebutuhan air bersih saat ini hanya mengandalkan dari perairan Sungai Mau, yang dinilai kualitas airnya masih terjaga.
“Jarak ke Sungai Mau sekitar 1 Kilometer, warga berbondong-bondong mengambil air sungai menggunakan jerigen,” kata Jainuddin pada Lingkarkaltim, di DPRD Kukar, Jum’at (25/9/2026).
Ia memastikan perairan sungai Muara Kaman ini tak layak untuk dikonsumsi. Tapi air tersebut masih layak untuk digunakan Mandi Cuci Kakus (MCK).
“Berbeda dengan air sungai Mau, yang dinilai masih bisa digunakan,” ucapnya.
Untuk kebutuhan air bersih di Desa ini menjadi perhatian serius, sehingga pemerintah desa meminta kepada DPRD Kukar, untuk dapat difasilitas melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.
“Kami minta DPRD untuk dapat menfasilitasi, karena selama ini warga kita belum mendapatkan air bersih yang layak,” ujarnya.
Ia mengaku, di Menamang Kiri telah memiliki Pamsimas. Namun, Pamsimas itu tak bisa berfungsi karena terdapat salah satu komponen yang rusak.
Dirinya berharap, persoalan kebutuhan air bersih ini mendapatkan solusi yang baik dari pemerintah daerah.
Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kukar Desman Minang Endianto menyebutkan, menerima aduan masyarakat Menamang Kiri terhadap kebutuhan air bersih. Sebelumnya aduan ini telah disampaikan ke DPRD dan dilakukan RDP, tapi tidak ada action dari sejumlah pihak.
“Sehingga hari ini kita RDP kembali, untuk mendapatkan solusi,” sebut Desman Minang Endianto.
Hasil dari RDP itu, pihaknya mendorong sejumlah perusahan setempat untuk dapat membantu sumur bor. Sehingga masyarakat mendapatkan kebutuhan air bersih.
Selain itu, ia meminta kepada pemerintah daerah, untuk dapat memperbaiki komponen yang rusak pada Pamsimas. Sehingga pendistribusian air bersih ke warga berjalan lancar.
Menanggapi hal itu, Kabid Air Dinas Perkim Kukar Supriyadi Agus membenarkan adanya kerusakan pada komponen Pamsimas di Menamang Kiri. Kerusakan komponen ini juga menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah.
“Kita belum bisa memperbaiki karena keterbatasan anggaran daerah, perbaikan itu membutuhkan anggaran sekitar Rp. 400 juta,” jelas Supriyadi Agus. (Riz)










