KUKAR, LINGKARKALTIM: Setelah sempat ditunda, pelaksanaan Kumala Run akhirnya dijadwalkan kembali pada Sabtu, 19 September 2026, di kawasan Pulau Kumala, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan olahraga tersebut akan dimulai sejak pukul 06.00 WITA. Kepastian pelaksanaan disampaikan panitia setelah memperoleh surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.
Ketua Panitia Kumala Run, Joni Ringgo, mengatakan pelaksanaan kegiatan tetap mengacu pada peserta yang telah mendaftar. Namun, pihaknya masih melihat perkembangan animo masyarakat dalam beberapa hari ke depan sebelum menentukan apakah jumlah peserta akan ditambah.
“Untuk tanggal 19 nanti pelaksanaannya, hari Sabtu, mulai pagi sekitar pukul 06.00 WITA. Untuk peserta sesuai yang sudah mendaftar. Nanti kami lihat juga animo masyarakat beberapa hari ke depan, apakah perlu ditambah atau cukup,” kata Joni Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, panitia masih merumuskan teknis kepesertaan dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan, termasuk mekanisme kupon dan antusiasme masyarakat. Panitia ingin memastikan kegiatan tetap berjalan nyaman tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Joni berharap seluruh rangkaian Kumala Run dapat berjalan lancar, termasuk dukungan cuaca serta kesiapan mitra yang terlibat, mulai dari tenaga kesehatan, keamanan, lalu lintas hingga perhubungan.
“Kami berharap cuaca mendukung, peserta aman, dan seluruh panitia maupun mitra yang terlibat bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Selain kegiatan lari, Kumala Run juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan pendukung. Di antaranya pemeriksaan kesehatan dari Kimia Farma, kegiatan donor darah yang melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), serta hiburan berupa zumba dan penampilan DJ.
Joni mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dikemas secara santai dan tidak terlalu memaksakan peserta maupun pengunjung untuk mengikuti seluruh acara.
“Fun-fun saja sebenarnya. Kalau nanti sudah terik, ya kami bubaran,” katanya.
Panitia juga mengimbau peserta untuk memperhatikan kondisi kawasan Pulau Kumala yang merupakan destinasi wisata. Peserta diminta tetap berada di jalur yang telah ditentukan dan tidak memasuki area semak-semak.
Selain itu, peserta diingatkan tidak membuang sampah sembarangan dan sebisa mungkin tidak merokok selama kegiatan. Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi kebakaran mengingat kondisi kawasan yang cukup panas dan kering.
“Kami sudah cek lokasi dan jalurnya. Secara umum aman, tetapi peserta tetap kami imbau berada di jalur. Jangan masuk ke semak-semak. Jangan buang sampah sembarangan dan usahakan tidak merokok karena kondisi rumput sedang panas dan kering,” jelasnya.
Panitia juga menyiapkan sejumlah titik air minum atau water station untuk membantu menjaga kebutuhan cairan peserta selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengapresiasi inisiatif komunitas dalam menggelar kegiatan olahraga tersebut.
Menurut Aji, pengembangan olahraga tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan komunitas dan masyarakat dinilai penting dalam mendorong tumbuhnya budaya olahraga di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan ini dan tentunya mendukung. Olahraga bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi menjadi kewajiban semua pihak,” kata Aji.
Ia menilai penyelenggaraan kegiatan olahraga di kawasan wisata juga dapat memberikan nilai tambah bagi daerah. Kumala Run dinilai tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi sekaligus dapat menjadi sarana memperkenalkan kembali Pulau Kumala sebagai salah satu destinasi wisata di Tenggarong.
Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan pengembangan sport tourism atau wisata berbasis olahraga di Kukar.
“Dengan dilaksanakan di Pulau Kumala, ini bisa meningkatkan atau mengembalikan daya tarik Pulau Kumala sehingga bisa dijadikan tempat sport tourism,” ungkapnya. (ahk)










