Cegah Karhutla, Otorita IKN Terbitkan Surat Edaran, Latih Petani Mengolah Lahan Tanpa Bakar, dan Hadirkan Fitur Panic Button

Upaya pemadaman api kebakaran hutan dan lahan.(Foto:Otorita IKN)
Upaya pemadaman api kebakaran hutan dan lahan.(Foto:Otorita IKN)
banner 468x60

NUSANTARA, LINGKARKALTIM: Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menempatkan pencegahan sebagai lapis pertama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nusantara. Berbagai langkah pencegahan telah dijalankan sejak sebelum memasuki musim kemarau tahun 2026, dengan melibatkan pelaku usaha, pemerintahan desa dan kelurahan, tokoh agama, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

Kepala Otorita IKN telah menerbitkan Surat Edaran yang memuat larangan membuka lahan dengan cara membakar, larangan pembakaran sampah, serta larangan membuang puntung rokok sembarangan tanpa dimatikan secara sempurna. Ketentuan ini menjadi rujukan bersama bagi seluruh pihak yang beraktivitas di dalam delineasi IKN.

Read More
banner 300x250

Selain penerbitan aturan, Otorita IKN menyampaikan imbauan kesiapsiagaan kepada penanggung jawab kegiatan usaha serta kepada pemerintahan desa dan kelurahan di dalam delineasi IKN. Otorita IKN juga membentuk Tim Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi dan menyelenggarakan simulasi pemadaman karhutla sebagai bagian dari kesiapan menghadapi musim kemarau.

Bagi petani, Otorita IKN menyelenggarakan pelatihan pengolahan lahan tanpa bakar. Pelatihan ini dimaksudkan bukan semata sebagai larangan, melainkan sebagai penyediaan solusi agar kegiatan pertanian tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko kebakaran.

Partisipasi masyarakat diperkuat melalui pengenalan fitur panic button khusus di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sebagai platform pelaporan kejadian karhutla. Otorita IKN juga menyampaikan imbauan kepada para pemuka agama mengenai Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menetapkan hukum haram bagi pembakar hutan dan lahan.

Antisipasi dampak kesehatan disiapkan bersama pengelola rumah sakit di wilayah IKN untuk menghadapi kemungkinan kabut asap, disertai imbauan penggunaan masker bagi siswa sekolah. Untuk memperkuat kesiapan di tingkat tapak, Otorita IKN meminjamkan peralatan kepada pemerintahan kecamatan dan desa, serta mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait peralatan, operasi modifikasi cuaca, dan water bombing apabila diperlukan.

Sebagian besar kebakaran di kawasan Nusantara terjadi karena aktivitas manusia. Penyebab umum yang teridentifikasi meliputi pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok, serta swabakar batu bara. Di lapangan, pemadaman menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi medan yang tidak terjangkau kendaraan, keterbatasan informasi lokasi sumber air, faktor angin, dan kebakaran pada lahan gambut tipis.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan bahwa pencegahan yang melibatkan masyarakat merupakan cara paling efektif menekan kejadian karhutla.

“Memadamkan api selalu lebih sulit daripada mencegahnya menyala. Karena itu edukasi, penyediaan solusi bagi petani, dan pelaporan cepat dari masyarakat menjadi kunci,” ujar Myrna.

Otorita IKN mengajak seluruh masyarakat di dalam dan sekitar kawasan Nusantara untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan maupun sampah, serta melaporkan kejadian kebakaran melalui kanal yang tersedia.(lk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *