FAI Unikarta Yudisiumkan 77 Mahasiswa Prodi PAI

Teks Foto: Salah satu mahasiswa yang di yudisium bersama Dekan FAI Unikarta Dr. Habib Zainuri. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
Teks Foto: Salah satu mahasiswa yang di yudisium bersama Dekan FAI Unikarta Dr. Habib Zainuri. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) kembali mencatat capaian akademik dengan menggelar yudisium bagi 77 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Senin (24/8/2026).

Yudisium tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa setelah menyelesaikan

Read More
banner 300x250

Dekan FAI Unikarta, Dr. Habib Zainuri mengapresiasi seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan hingga tahap yudisium.

Ia berharap para lulusan tidak berhenti mengembangkan kompetensi setelah menyandang status sebagai alumni.

“Selamat kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi Prodi PAI yang hari ini jumlahnya ada 77 mahasiswa dan mahasiswi yang resmi di yudisium pada hari ini,” ucap dia, Senin (24/8/2026).

Pada Yudisium ke-39 ini, FAI Unikarta memberikan kkepada 29 mahasiswa dan mahasiswi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)

“Baru pertama kali di acara yudisium kita secara resmi memberikan sertifikat surat keterangan pendamping ijazah,” ungkap Habib Zainuri.

Dia menerangkan bahwa SKPI bukanlah sekedar dokumen biasa yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi.

“Karena saya ingat pada tahun 2014 pertama kali Akta 4 waktu itu tidak diberlakukan lagi. Dulu kalau sarjana pendidikan itu pasti dapat ijazah dan Akta 4,” sebutnya.

Habib Zainuri menjelaskan, setelah Akta 4 tidak lagi berlaku, kementerian pun mengeluarkan kebijakan agar perguruan-perguruan tinggi memberikan SKPI kepada para mahasiswa.

“Surat keterangan pendamping ijazah itu kalau di levelnya itu satu tingkat di bawah ijazah. Jadi sangat-sangat berguna bagi teman-teman sekalian ketika nanti berkarir,” tegas dia.

Selain itu, FAI Unikarta kini tengah menantikan tahapan penting dalam proses peningkatan kualitas akademik, yakni asesmen lapangan untuk pengajuan akreditasi unggul Program Studi PAI.

Ia menyebut, proses asesmen kecukupan yang menjadi salah satu tahapan akreditasi telah dinyatakan memenuhi syarat.

Saat ini, pihak fakultas tinggal menunggu jadwal asesmen lapangan dari lembaga akreditasi.

“Kami alhamdulillah proses akreditasi ke unggul, asesmen kecukupan kami dinyatakan cukup untuk diakreditasi ke unggul,” ungkap Habib Zainuri.

Dia mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi bagian dari ikhtiar FAI Unikarta untuk meningkatkan kualitas program studi.

Ia berharap asesmen lapangan dapat segera dilaksanakan dan hasil akhirnya membawa Prodi PAI menuju predikat akreditasi unggul.

“Sekarang keputusan ada pada asesmen lapangan. Insya Allah kita sedang menunggu jadwal asesmen lapangan. Yang mudah-mudahan tidak lama dari hari ini dia akan keluar jadwalnya untuk asesmen lapangan terkait dengan usulan kami akreditasi Prodi PAI ke akreditasi unggul,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unikarta, Prof. Ince Raden menilai bahwa bertambahnya 77 lulusan menunjukkan FAI, khususnya Prodi PAI ini terus mengalami perkembangan.

Ia mengatakan, yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum untuk melihat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang dibutuhkan masyarakat.

Dia ingin para lulusan agar tidak menganggap yudisium sebagai akhir dari proses belajar.

Sebaliknya, kelulusan harus menjadi awal bagi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperluas kontribusi di tengah masyarakat.

“Intinya adalah jangan pernah menyerah, tetap semangat, komitmen terus-menerus membangun karya dengan baik,” tutur dia.

Ia mengingatjan para lulusan PAI yang nantinya banyak berkiprah sebagai guru maupun di bidang pendidikan keagamaan untuk menjaga integritas, profesionalisme dan keteladanan.

Menurutnya, seorang pendidik agama tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi contoh bagi peserta didik dan masyarakat.

“Yang paling terpenting adalah selalu menjaga integritas. Apalagi saudara-saudara nanti akan menjadi guru Pendidikan Agama Islam. Tentunya diperlukan integritas, profesionalisme, keteladanan,” sebut Ince Raden.

Dengan yudisium 77 mahasiswa tersebut, FAI Unikarta tidak hanya melepas lulusan baru, tetapi juga menambah jejaring alumni yang ddapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi di tengah masyarakat Kukar.

“Saya yakin percaya bahwa ilmu agama yang selama ini peroleh, baik itu yang berhubungan dengan pendidikan maupun kajian-kajian keagamaan, Insyaallah sepanjang zaman sangat-sangat diperlukan,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *