Petani Kukar Waswas Cuaca Ekstrem, Harapkan Solusi Pengairan dari Pemerintah Daerah

Lahan Pertanian
Lahan Pertanian
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat petani di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diliputi kekhawatiran.

Suhu udara yang cenderung panas dinilai dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hingga berdampak pada hasil panen.

Read More
banner 300x250

Salah seorang petani di Kelurahan Bukit Biru, Kaliman mengatakan cuaca panas membuat kebutuhan air di lahan pertanian meningkat.

Ia mengaku, sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut masih mengandalkan sistem tadah hujan.

“Cuaca panas ini pastinya membutuhkan air dengan jumlah banyak untuk mengairi sektor pertanian,” kata Kaliman kepada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Jum’at (31/7/2026).

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi pertumbuhan tanaman apabila berlangsung dalam waktu lama.

“Sejak pagi hingga sore hari tanaman membutuhkan air. Kalau kekurangan air, pertumbuhannya tentu kurang baik,” ujarnya.

Ia berharap,  pemerintah daerah segera memberikan solusi terhadap persoalan pengairan yang dihadapi petani, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi cuaca ekstrem.

Keluhan serupa disampaikan petani asal Kecamatan Loa Kulu, Ahmad Nur Hidayat. Ia menyebutkan, tanaman padi sangat bergantung pada ketersediaan air. Saat musim kemarau tiba, petani hanya bisa berharap turun hujan karena belum memiliki sistem irigasi yang memadai.

“Kami hanya mengandalkan sistem pengairan tadah hujan. Kalau musim panas, hasil panen kami tentu kurang maksimal,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah dukungan bagi petani, salah satunya melalui pemanfaatan drone pertanian.

Menurutnya, petani dapat mengajukan permohonan penggunaan drone untuk membantu penyiraman maupun pemupukan lahan pertanian, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami memiliki drone yang dapat dimanfaatkan petani untuk menyiram maupun memupuk area pertanian. Pemerintah daerah siap mendukung kebutuhan petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, Distanak Kukar terus berupaya memberikan pendampingan dan dukungan sarana pertanian agar aktivitas bercocok tanam tetap berjalan optimal meski menghadapi tantangan perubahan cuaca. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *