KUKAR, LINGKARKALTIM: Dua unit rumah warga di kawasan Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, dilaporkan ambruk pada Selasa (14/7/2026) 07.30 Wita. Peristiwa ini diduga kuat terjadi akibat pergeseran tanah atau longsor di sepanjang tepian sungai.
Petugas dari Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Embalut langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi bersama masyarakat sekitar.
Menurut keterangan Pembina Redkar Embalut, Deni Irawan, posisi kedua rumah tersebut berada di kawasan rawan, tepatnya di atas aliran Sungai Mahakam dan berdiri di tepi tebing sungai. Kondisi ini diperparah oleh beberapa faktor teknis dan alam.
“Redkar Embalut sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP). Kebetulan rumah tersebut memang berdiri di atas air Sungai Mahakam, tepat di pinggir sungai. Jadi, tumpuan dari rumah kayu yang sudah tua tersebut diduga memang sudah tidak kuat lagi,” ujar Deni pada Selasa (14/7/2026).
Selain faktor usia bangunan, lalu lintas transportasi air di sekitar lokasi juga ditengarai menjadi pemicu mempercepat abrasi tanah.
“Kapal-kapal juga sering melaju kencang di sana. Ombak yang dihasilkan dari lalu lalang kapal tersebut sering menghantam pondasi rumah, sehingga menjadi salah satu penyebab ambruknya bangunan,” tambahnya.
Peristiwa ini tepatnya terjadi di Jalan Muhammad Noh, RT 08, Desa Embalut. Beruntung, petugas gabungan dan warga sekitar bergerak cepat untuk menyelamatkan barang-barang berharga milik korban.
Pihaknya kini masih evakuasi barang,pembongkaran total karena sudah tidak kondusif untuk ditempati.
“2 Kartu Keluarga (KK) yang terdampak,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih terus bersiaga di lokasi guna memastikan area sekitar benar-benar aman dari potensi ambruk kembali. (Dil)










