Gaungkan Pesan Konversi, Pemdes Muara Muntai Bangun Patung Pesut Mahakam

Ikon Patung Pesut Mahakam di Desa Muara Muntai, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kukar
Ikon Patung Pesut Mahakam di Desa Muara Muntai, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kukar
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Desa Muara Muntai, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini memiliki ikon baru yang sarat pesan lingkungan. Sebuah Patung Pesut Mahakam berdiri di RT 06 sebagai simbol komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa endemik Sungai Mahakam.

Menariknya, patung tersebut dibangun dengan biaya relatif kecil, hanya sekitar Rp350 ribu. Dana itu digunakan untuk membeli mesin pompa air yang berfungsi mengalirkan air dari mulut patung, sehingga tampak lebih hidup dan atraktif.

Read More
banner 300x250

Kepala Desa Muara Muntai, Husain, menjelaskan, pembangunan patung dimulai pada awal Februari 2026 dengan memanfaatkan bahan sisa bangunan seperti besi neser, semen, dan sterofoam. Selain mempercantik desa, patung ini memiliki tujuan utama sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

“Pesut Mahakam harus kita lestarikan bersama. Kami ingin mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Muara Muntai sendiri dikenal sebagai salah satu habitat alami Pesut Mahakam, mamalia air tawar yang keberadaannya semakin terancam. Kehadiran patung ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kelestarian lingkungan perairan adalah tanggung jawab bersama.

Selain sebagai simbol konservasi, patung tersebut juga diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata desa. Selama ini, perairan Muara Muntai kerap menjadi tujuan wisatawan yang ingin melihat langsung pesut di habitat aslinya.

“Kalau kunjungan wisata meningkat, tentu berdampak pada perekonomian masyarakat,” tambah Husain.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengapresiasi inisiatif pemerintah desa yang membangun ikon berbasis kearifan lokal tersebut. Menurutnya, patung ini bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian pesut.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga habitatnya, sehingga Muara Muntai tetap dikenal sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan,” ungkap Mulyadi. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *