Distanak Kukar Dorong Petani Manfaatkan Program Oplah

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengakselerasi penguatan sektor pertanian melalui program Optimasi Lahan (Oplah).

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar menargetkan petani dapat meningkatkan intensitas tanam dari pola konvensional menjadi tiga kali setahun.

Read More
banner 300x250

Saat ini, indeks pertanaman (IP) Kukar masih berada di angka 1,67, yang menunjukkan bahwa sebagian besar petani hanya menanam satu hingga dua kali dalam setahun.

Program Oplah hadir sebagai intervensi untuk mendorong petani lebih produktif dan efisien dalam memanfaatkan lahan.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa Oplah bertujuan memastikan lahan pertanian tidak dibiarkan kosong setelah panen.

Melalui program ini, petani didorong menerapkan pola tanam berkelanjutan.

“Biasanya petani tanam lalu istirahat, sekarang kita dorong tanam terus. Januari tanam, April tanam lagi, lalu Agustus tanam lagi,” ujar dia, Jumat (21/11/2025).

Beberapa wilayah telah menjadi lokasi percontohan, seperti Samboja, Anggana, dan Marangkayu. Ia menyebut tren awal cukup positif, dengan sejumlah petani sudah kembali mengolah lahan setelah panen.

Dia menegaskan, optimalisasi lahan tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan infrastruktur, terutama sistem irigasi.

Selain itu, keterampilan petani dan penyuluh juga berperan besar dalam memastikan siklus tanam tetap stabil.

“Dengan pola ini, kami yakin produktivitas pertanian meningkat signifikan. Namun, tentu harus didukung irigasi dan kesiapan SDM,” jelas Taufik.

Kondisi cuaca beberapa bulan terakhir cukup mendukung intensifikasi pertanian. Jika pola ini berkelanjutan, maka peningkatan produksi bisa terlihat dalam waktu dekat.

Distanak Kukar, kata dia, kini fokus memperkuat penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta teknologi pendukung.

Mekanisasi menjadi faktor penting untuk meringankan kerja petani sekaligus mempercepat proses pengolahan lahan.

“Dukungan teknologi dan mekanisasi menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegasnya.

Selain alsintan, penyediaan pupuk, benih unggul, dan pendampingan teknis terus ditingkatkan agar program berjalan optimal.

Taufik melihat bahwa jika program Oplah berjalan optimal, Kukar tidak hanya akan semakin kokoh dalam ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi daerah pengekspor komoditas tertentu.

“Program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membuka peluang ekspor dalam jangka panjang. Kami ingin Kukar tidak hanya swasembada, tapi juga mampu bersaing di pasar luar,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *