KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan program prioritas pada tahun 2026 akan lebih terfokus pada kegiatan yang berkaitan langsung dengan pengendalian inflasi daerah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani.
Bustani menjelaskan bahwa efisiensi anggaran daerah menjadi dasar penyesuaian program di tahun mendatang. Karena itu, Disperindag Kukar menetapkan hanya program yang bersifat wajib dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi masyarakat yang akan dijalankan.
“Tahun depan kami melakukan efisiensi, sehingga program disesuaikan dengan kebutuhan prioritas. Salah satu program yang tidak boleh ditiadakan adalah operasi pasar. Kegiatan ini harus terus dilakukan untuk mengendalikan inflasi, terutama saat harga mulai meningkat atau ketika terjadi potensi kelangkaan barang pokok,” jelasnya.
Selain operasi pasar, pemantauan harga bahan pokok juga tetap menjadi fokus utama. Pemantauan dilakukan secara rutin untuk melihat perkembangan harga di lapangan dan memastikan pasokan barang tetap stabil.
“Pemantauan harga harus dilakukan secara berkelanjutan agar kita bisa cepat mengambil langkah ketika terjadi gejolak di pasar,” tambah Bustani.
Untuk target operasi pasar, Bustani menyampaikan bahwa Disperindag tetap mempertahankan capaian seperti tahun sebelumnya.
“Tahun ini targetnya 100 titik dan tahun depan pun sama. Kita tetap menargetkan 100 titik operasi pasar. Mudah-mudahan bisa terlampaui,” ujarnya.
Dengan penetapan program prioritas tersebut, Disperindag Kukar berharap pengendalian inflasi di daerah dapat lebih efektif, sehingga harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
“Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di Kutai Kartanegara,” tutupnya. (Adv/Lk)










