Disperindag Kukar Targetkan 100 Lokasi Operasi Murah di Wilayah Sulit Terjangkau

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri Dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri Dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melaksanakan operasi pasar murah dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Pada 2025 ini, Disperindag menargetkan pelaksanaan operasi pasar di 100 titik, dengan fokus utama pada wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh jalur distribusi barang.

Read More
banner 300x250

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri Dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah.

Hal itu untuk memastikan masyarakat di seluruh kecamatan, terutama di daerah pedalaman dan pesisir, tetap mendapatkan akses bahan pokok dengan harga yang wajar.

“Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar hanya karena kendala lokasi,” jelas Muhammad Bustani pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Jum’at (7/11/2025).

Bustani menuturkan, operasi pasar tersebut akan dilakukan secara bertahap. Beberapa komoditas utama yang menjadi fokus antara lain beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, dan telur ayam.

“Komoditas ini kami pilih, karena paling sering mengalami fluktuasi harga dan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, wilayah yang menjadi prioritas pelaksanaan operasi pasar adalah kecamatan dengan jarak tempuh cukup jauh dari pusat logistik, seperti Tabang, Kembang Janggut, Muara Wis, dan Kenohan.

Distribusi barang ke daerah-daerah ini kerap terkendala akses jalan maupun transportasi air yang terbatas, sehingga harga kebutuhan pokok cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

Bustani menambahkan, operasi pasar juga diharapkan mampu menekan potensi inflasi di tingkat daerah, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan atau saat cuaca ekstrem yang dapat mengganggu pasokan barang.

“Kami tidak hanya fokus pada penjualan murah, tapi juga menjaga ritme pasokan agar harga di pasar tetap stabil,” imbuhnya.

Selain itu, Disperindag Kukar juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam menentukan titik-titik lokasi yang dianggap paling membutuhkan intervensi. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan operasi pasar lebih tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya seremonial, tapi benar-benar menjawab kebutuhan warga. Untuk itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pelaksanaannya berjalan efektif,” kata Bustani menegaskan.

Ia mengungkapkan bahwa operasi pasar tahun ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana untuk memantau langsung harga-harga di lapangan, sekaligus mengidentifikasi permasalahan distribusi yang mungkin masih terjadi.

“Dari kegiatan ini kami juga mendapatkan data akurat yang bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan perdagangan ke depan,” tuturnya.

Dengan target 100 titik hingga akhir tahun, Disperindag Kukar berharap operasi pasar dapat menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.

“Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga pelosok Kukar,” tutupnya. (Adv/kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *