Sekda Kukar Apresiasi Sinergi Literasi di Lapas Perempuan Tenggarong

Sekda Kukar Sunggono bersama warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Sekda Kukar Sunggono bersama warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan literasi dan pemberdayaan perempuan melalui kerja sama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diarpus) Kukar dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II Tenggarong.

Kerja sama tersebut resmi ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang disaksikan langsung oleh Sekda Kukar, Sunggono pada Selasa (4/11/2025).

Read More
banner 300x250

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi serta mendukungan langkah inovatif Diarpus Kukar yang berhasil membangun sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan literasi di lingkungan Lapas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kukar yang telah mampu membangun sinergitas, khususnya kerja sama dengan Lapas Perempuan Kelas II Tenggarong ini,” kata dia.

Menurutnya, program literasi ini bukan sekadar menghadirkan bahan bacaan, melainkan juga membuka jendela harapan baru bagi para warga binaan.

Melalui kegiatan membaca, mereka dapat kembali berinteraksi secara intelektual dengan dunia luar dan menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri.

“Dari testimoni warga binaan, terlihat bahwa mereka sangat menunggu kegiatan ini. Bukan hanya untuk membaca, tapi juga sebagai jembatan harapan dan semangat baru bahwa mereka masih punya kesempatan kedua untuk keluar dari sini dan menjadi lebih baik,” ungkap Sunggono.

Dia menjelaskan, kerja sama ini tidak akan berhenti hanya pada pembukaan layanan perpustakaan di dalam Lapas.

Pemerintah daerah berencana memperluas dampaknya melalui penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat warga binaan.

“Tahapan setelah ini, saya sudah minta kepada Plt. Kadis Perpustakaan (Rinda Desianti) untuk menyiapkan buku-buku yang mereka butuhkan. Nanti para warga binaan sendiri yang mencatat buku apa saja yang ingin mereka baca,” tuturnya.

Sunggono berharap, koleksi perpustakaan tersebut dapat menjadi referensi yang bermanfaat, terutama bagi warga binaan yang akan segera bebas.

“Saya harapkan buku-buku itu bisa menambah kemampuan, kompetensi, atau pengetahuan dasar mereka, sehingga saat keluar nanti, mereka siap memulai hidup baru,” kata dia.

Ia ingin keberadaan perpustakaan ini menjadi sarana positif bagi pembinaan karakter dan pengembangan diri, bukan hanya tempat membaca.

“Harapan saya, perpustakaan di Lapas ini bisa betul-betul terwujud dan berfungsi secara optimal. Karena dari sinilah semangat perubahan itu bisa tumbuh,” tutup Sunggono. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *