KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali memberikan ruang bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk berpartisipasi dalam kegiatan berskala daerah. Kali ini, para pelaku IKM dilibatkan dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kukar yang digelar di Lapangan Basket Kecamatan Tenggarong.
Salah satu pelaku IKM yang ikut berpartisipasi, Mida, menyambut baik kesempatan ini. Ia mengaku senang dapat memasarkan produk olahan khas daerah kepada masyarakat yang hadir di arena MTQ. “Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi ajang promosi yang sangat baik untuk kami para pelaku IKM. Ramai pengunjung, jadi penjualan juga meningkat,” kata Mida, Kamis (30/10/2025).
Mida yang merupakan pelaku IKM kuliner khas Kutai itu menuturkan, pihaknya menyiapkan berbagai produk olahan, mulai dari makanan ringan, amplang, hingga minuman herbal. Menurutnya, keterlibatan pelaku IKM dalam event besar seperti MTQ membantu meningkatkan pengenalan produk lokal Kukar kepada masyarakat luas.
Ia menambahkan, selain memberikan manfaat ekonomi, keikutsertaan IKM dalam kegiatan daerah juga menumbuhkan semangat kebersamaan antar pelaku usaha kecil.
“Kami bisa saling tukar pengalaman dan ide dengan IKM lain. Jadi tidak hanya berjualan, tapi juga belajar dan memperluas jaringan,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan, pelibatan pelaku IKM dalam setiap kegiatan pemerintah merupakan bagian dari upaya nyata mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap event daerah bisa menjadi sarana promosi dan pemberdayaan bagi IKM. Tidak hanya sebatas acara seremonial, tapi ada dampak ekonomi langsung,” ujar Sayid Fathullah.
Sayid menjelaskan, pihaknya terus mendorong agar pelaku IKM di Kukar mendapatkan ruang promosi di berbagai kegiatan publik, termasuk MTQ, festival budaya, hingga agenda keagamaan dan pemerintahan lainnya. Dengan cara ini, diharapkan produk lokal Kukar semakin dikenal dan digemari oleh masyarakat.
“Event seperti MTQ ini biasanya ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kecamatan. Itu peluang besar bagi IKM untuk mengenalkan produknya. Selain itu, masyarakat juga bisa lebih mencintai produk lokal buatan daerah sendiri,” tambahnya.
Ia mengungkapkan bahwa Disperindag Kukar tidak hanya memberikan fasilitas stan, tapi juga melakukan pendampingan dalam hal kemasan dan strategi penjualan. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
“Kami juga memberikan pembinaan agar pelaku IKM memahami pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan. Karena dengan mutu yang baik, produk mereka bisa bersaing, tidak hanya di Kukar tapi juga di luar daerah,” jelas Sayid.
Dengan adanya keterlibatan pelaku IKM dalam MTQ ke-46 ini, Disperindag Kukar berharap kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku IKM diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara. (Adv/kik)










