KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat arah kebijakan pembangunan sektor industri daerah.
Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah percepatan hilirisasi produk turunan dari berbagai komoditas unggulan daerah.
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah menegaskan, hilirisasi menjadi solusi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas.
Menurutnya, tanpa hilirisasi yang terencana, produksi suatu komoditas bisa meningkat berlebih dan memicu kondisi overload, sehingga tidak terserap pasar dengan baik.
“Kami tidak hanya fokus pada peningkatan produksi komoditas, tapi juga memastikan adanya nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing dan serapan pasar,” tegas Sayid Fathullah pada Lingkarkaltim, di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).
Ia menambahkan, hilirisasi akan membuka peluang ekonomi baru karena industri pengolahan akan berkembang di berbagai kecamatan.
Komoditas yang menjadi perhatian dalam program ini diantaranya sektor hasil perikanan, pertanian, dan perkebunan yang kini terus didorong untuk memiliki industri turunan.
Sehingga pelaku usaha tidak hanya menjual bahan mentah, namun mampu menghasilkan produk olahan bernilai jual tinggi.
Pihaknya akan melakukan kajian kelembagaan dan jaringan pemasaran untuk memastikan kesiapan pelaku industri kecil menengah (IKM) dalam mendukung implementasi hilirisasi.
Pendampingan teknologi dan standar mutu akan ditingkatkan, agar produk turunan dapat bersaing di pasar regional maupun nasional.
Selain itu, kolaborasi dengan sektor swasta dan investor turut diprioritaskan guna memperluas kapasitas produksi. Pemerintah daerah membuka peluang kemitraan yang dapat mendukung terciptanya industri pengolahan yang berkelanjutan di Kukar.
Program hilirisasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan berkembangnya industri pengolahan, masyarakat dapat memperoleh lebih banyak peluang usaha dan pekerjaan baru di sekitar wilayah produksi komoditas.
“Ke depan, kami ingin Kukar tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku, tapi juga mampu menjadi pusat industri olahan yang mandiri,” tambahnya.
Ia menyebutkan, pengembangan ini merupakan bagian dari strategi besar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan berbagai langkah yang disiapkan, Disperindag Kukar optimis hilirisasi turunan akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta mencegah terjadinya kelebihan produksi komoditas yang dapat merugikan pelaku usaha.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal realisasi program ini secara terarah dan berkesinambungan. (Adv/Kik)










