KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk pertama kalinya menggelar Anugerah Kebudayaan Kutai Kartanegara Tahun 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Memajukan Budaya Daerah, Mengukuhkan Identitas Bangsa” dan menjadi momentum penting dalam upaya pemajuan kebudayaan di daerah.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2021, serta Peraturan Daerah Kukar Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pemajuan dan Identitas Budaya Daerah.
“Anugerah Kebudayaan ini menjadi bentuk perhatian dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap entitas serta aktivitas kebudayaan di daerah,” ujar Thauhid pada Rabu (22/10/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut dibagi dalam beberapa kategori, antara lain Maestro Seni, Maestro Tradisi, Pelestari, Pelopor atau Pembaru, serta Komunitas, Kelompok, dan Lembaga.
Untuk menjamin objektivitas, seluruh proses seleksi diserahkan kepada tim independen agar pelaksanaannya berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.
“Kami berharap Anugerah Kebudayaan ini dapat menjadi pendorong bagi para pelaku seni dan budaya untuk terus berkreasi dan melestarikan warisan daerah,” tambahnya.
Thauhid juga mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk menjadikan momentum ini sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.
“Selamat merayakan Hari Budaya. Mari kita majukan kebudayaan daerah dan kukuhkan identitas bangsa,” tutupnya. (WAN/ADV)










