KUKAR, LINGKARKALTIM: Sektor pertanian di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, terus menunjukkan perkembangan positif berkat dukungan pemerintah daerah dan peran aktif kelompok tani setempat. Luas lahan pertanian di wilayah ini mencapai sekitar 130 hektare, yang menjadi sumber penghidupan utama sebagian besar masyarakat.
Lurah Maluhu, Tri Joko Widodo, mengatakan bahwa meski menghadapi tantangan ketersediaan air di musim kemarau, para petani tetap berupaya menjaga produktivitas melalui kerja sama dan pemanfaatan bantuan dari berbagai instansi.
“Petani di Maluhu masih sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama hujan. Namun dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi, mereka bisa bertahan dan terus berproduksi,” ujar Tri Joko Widodo pada Jum’at (10/10/2025).
Ia menjelaskan, bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar telah memberikan dampak nyata bagi petani di Maluhu. Bantuan tersebut meliputi pupuk, bibit, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta sarana pendukung lainnya yang memperkuat kegiatan budidaya di tingkat kelompok tani.
“Dari Distanak Kukar, kami sudah banyak mendapat dukungan. Bantuan pupuk dan bibit sangat membantu petani menjaga hasil tanam. Termasuk juga alsintan yang mempercepat proses pengolahan lahan,” jelasnya.
Meski begitu, Tri Joko menilai masih dibutuhkan peningkatan infrastruktur pendukung, khususnya ketersediaan air untuk irigasi di beberapa titik yang belum terjangkau.
“Kami berharap ke depan bisa dibantu dengan pengadaan sumur bor agar petani memiliki sumber air yang lebih merata serta Embung Maluhu bisa dimaksimalkan lagi. Ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian di Maluhu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan sarana produksi, pemberdayaan kelompok tani, dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
“Fokus kami adalah memastikan petani di setiap wilayah, termasuk Maluhu, memiliki akses yang cukup terhadap sarana pertanian dan air. Dengan dukungan tersebut, produktivitas pertanian lokal bisa terus meningkat,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, Distanak Kukar secara bertahap juga melakukan pendampingan dan pemetaan ulang lahan pertanian di berbagai kelurahan untuk memastikan data luas tanam dan produksi lebih akurat.
“Pendataan ini penting agar program bantuan dan pengembangan pertanian tepat sasaran. Kami ingin mendorong Maluhu menjadi contoh wilayah yang mampu menjaga kemandirian pangan berbasis potensi lokal,” tutupnya.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan semangat para petani, Kelurahan Maluhu diharapkan menjadi salah satu kawasan pertanian produktif yang mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan di wilayah Kutai Kartanegara. (WAN/ADV)










