KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong sekolah-sekolah di jenjang SMP untuk memperkuat program pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, pada Selasa (7/10/2025).
Menurut Emy, pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan kepribadian dan tanggung jawab sosial siswa.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang bagi siswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Pembinaan karakter dan leadership harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai kegiatan di sekolah seperti pelatihan organisasi, kegiatan sosial, hingga projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar untuk berpikir kritis, berempati, serta berkontribusi bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Banyak kegiatan non-akademik yang sebenarnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Di situ mereka belajar kerja tim, komunikasi, dan empati terhadap sesama,” jelasnya.
Emy menambahkan, Disdikbud Kukar secara berkelanjutan mendorong satuan pendidikan agar memberikan ruang kreatif bagi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan positif. Ia menilai, penguatan karakter dapat dilakukan dengan cara sederhana asal terarah dan konsisten.
“Sekolah bisa menciptakan banyak kegiatan positif tanpa harus menunggu program besar. Misalnya pembiasaan gotong royong, kegiatan sosial, atau proyek kolaboratif antar siswa. Hal-hal sederhana seperti itu sangat berpengaruh terhadap karakter mereka,” imbuhnya.
Selain membangun karakter, kegiatan kepemimpinan dan kolaborasi di sekolah juga menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Anak-anak sekarang hidup di era digital yang serba cepat. Jadi kemampuan memimpin, bekerja dalam tim, dan berpikir kreatif sangat dibutuhkan. Sekolah punya peran penting dalam menyiapkan itu,” kata Emy.
Ia berharap seluruh sekolah di Kukar semakin aktif menciptakan suasana pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan soft skill siswa.
“Kami berharap sekolah terus memperkuat pembinaan karakter. Karena dari situlah akan lahir generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tutupnya. (WAN/ADV)










