KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menegaskan bahwa program bantuan perlengkapan sekolah yang digulirkan pemerintah daerah memberikan manfaat langsung bagi siswa dan orang tua. Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyebut program ini menjadi salah satu solusi nyata dalam meringankan beban biaya pendidikan serta meningkatkan semangat belajar peserta didik.
Menurutnya, perlengkapan sekolah yang diberikan mencakup kebutuhan pokok siswa, mulai dari seragam dinas, baju pramuka, batik, olahraga, hingga tas, sepatu, dan alat tulis. Dengan fasilitas tersebut, siswa dapat bersekolah dengan lebih percaya diri.
“Kalau seragam dan perlengkapan mereka sudah sama rata, anak-anak tidak akan minder. Mereka bisa fokus belajar, bukan lagi memikirkan perbedaan perlengkapan dengan teman-temannya,” jelas Thauhid.
Ia menambahkan, salah satu manfaat terbesar dari program ini adalah menekan angka putus sekolah. Banyak siswa, khususnya yang baru masuk PAUD, SD, maupun SMP, kerap menghadapi kendala biaya untuk membeli perlengkapan dasar. Kondisi tersebut kerap membuat anak enggan bersekolah.
“Dengan adanya bantuan, hambatan itu bisa diatasi. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Kukar yang berhenti sekolah hanya karena masalah perlengkapan,” tegasnya.
Bagi orang tua, bantuan ini juga berarti penghematan besar, terutama bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak yang bersekolah. Beban pembelian seragam dan perlengkapan setiap tahun ajaran baru kini lebih ringan.
“Kalau biasanya mereka harus keluarkan jutaan rupiah untuk perlengkapan, sekarang pemerintah sudah hadir membantu. Artinya, ada ruang bagi orang tua untuk mengalokasikan biaya ke kebutuhan lain,” ujar Thauhid.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa manfaat bantuan ini juga menyasar sisi psikologis siswa. Dengan perlengkapan yang memadai, anak-anak merasa dihargai dan diperhatikan, sehingga tumbuh motivasi lebih untuk menuntut ilmu.
“Pemerintah sudah menunjukkan kepedulian. Harapannya, siswa juga harus menunjukkan semangatnya. Jangan sampai fasilitas sudah diberikan, tapi prestasi justru menurun,” ucapnya.
Disdikbud Kukar sendiri akan terus melakukan evaluasi agar manfaat bantuan semakin maksimal. Menurut Thauhid, masukan dari masyarakat, sekolah, dan komite sangat penting untuk memperbaiki program di masa mendatang.
“Ini langkah awal yang baik. Kita ingin keberlanjutannya terjamin, manfaatnya semakin besar, dan kualitas pendidikan di Kukar bisa terus meningkat,” tutupnya. (WAN/ADV)










