Desa Sumber Sari Jadi Contoh Potensi Pertanian Lengkap, Distanak Kukar Siap Perkuat Dukungan

Sawah di Desa Sumber Sari
Sawah di Desa Sumber Sari
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, menjadi salah satu wilayah dengan potensi pertanian terlengkap di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyebut desanya memiliki keunggulan di berbagai sektor mulai dari sawah, hortikultura, perikanan, hingga perkebunan.

“Kalau potensi pertanian cukup luar biasa, karena ada 318 hektare sawah yang produktif. Hortikultura ada sekitar 5 hektare, lalu perikanan juga cukup lumayan. Bahkan di perkebunan juga lengkap, ada karet dan sawit,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Read More
banner 300x250

Sutarno menambahkan, Desa Sumber Sari saat ini bahkan sudah surplus pangan. Produksi padi yang dihasilkan warganya bisa panen dua kali dalam setahun, sehingga kebutuhan beras desa tercukupi dan masih ada sisa untuk dipasarkan.

Meski demikian, persoalan ketersediaan air masih menjadi tantangan utama. Menurutnya, jika kemarau berlangsung lama, debit sungai yang menjadi sumber irigasi mudah mengering. Sebagai solusi, pemerintah telah membangun empat unit sumur bor di Desa Sumber Sari.

“Alhamdulillah sumur bor ini sudah bermanfaat. Katanya nanti juga akan ditambah lagi, karena kalau kemarau panjang sumur bor inilah penyelamat tanaman padi kami,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, mengakui peran desa-desa produktif seperti Sumber Sari sangat strategis dalam mewujudkan swasembada pangan di Kukar.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat maupun daerah harus terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan pertanian di kawasan tersebut.

“Harapan kita Kementerian Pertanian dapat berkolaborasi untuk mendukung pengelolaan lima kawasan, termasuk desa-desa potensial seperti Sumber Sari,” katanya.

Taufik juga menyoroti pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang mendampingi petani secara langsung. Dengan adanya pendampingan, produktivitas petani bisa terus meningkat meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur alamiah.

“Yang bekerja di lapangan adalah petani, maka tugas kami memastikan PPL bisa mendampingi dan mengawal mereka secara optimal,” tegasnya

Selain itu, Pemkab Kukar terus berupaya memberikan intervensi berupa bibit dan pupuk, baik melalui program nasional maupun alokasi APBD. Dukungan ini juga menyasar wilayah di luar program Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 2.392 hektare.

Dengan potensi lengkap yang dimiliki Sumber Sari serta dukungan pemerintah, Taufik optimistis Kukar bisa menjaga surplus pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kalau koordinasi pusat, daerah, dan petani berjalan baik, target swasembada pangan bukan sekadar wacana, tapi bisa diwujudkan,” tandasnya. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *