KUKAR, LINGKARKALTIM: Modernisasi sektor pertanian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Hal ini akan ditunjukkan lewat keikutsertaan Kukar dalam pameran alat mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi pertanian yang digelar bersamaan dengan Rembuk Nasional KTNA pada September mendatang.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menyebutkan bahwa ajang ini akan berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan berbagai inovasi teknologi pertanian dari seluruh Indonesia.
“Pameran ini jadi wadah penting bagi petani untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi pertanian, mulai dari alat tanam, panen, hingga sistem irigasi modern,” jelas Taufik, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, penggunaan alsintan bukan hanya soal efisiensi waktu, tetapi juga menyangkut peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen. “Dengan teknologi, lahan yang sama bisa menghasilkan lebih banyak dan lebih baik,” tambahnya.
Taufik juga menekankan bahwa Kukar sebagai salah satu daerah penopang pangan nasional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian. “Kita tidak bisa terus bertahan dengan cara-cara tradisional. Teknologi adalah kunci untuk menghadapi tantangan pangan di masa depan,” ujarnya.
Selain pameran alsintan, kegiatan ini juga akan diisi dengan ekspo sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk, hingga teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Ia berharap petani Kukar bisa mengambil manfaat langsung dari kegiatan tersebut. “Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga bisa berdiskusi dengan produsen dan bahkan berpeluang mendapatkan akses alat-alat modern,” ungkap Taufik.
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa pameran ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk tertarik pada dunia pertanian. “Dengan hadirnya teknologi modern, pertanian bisa menjadi sektor yang lebih menarik bagi anak muda,” katanya.
Menurut Taufik, keberhasilan sektor pertanian Kukar di masa depan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan generasi muda. “Kita ingin pertanian Kukar tidak hanya tangguh secara produksi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman,” pungkasnya. (IDN/ADV)










