Distanak Kukar Genjot Intensifikasi, Targetkan Petani Bisa Tiga Kali Tanam Setahun

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) melalui program optimasi lahan (Oplah). Langkah ini diambil untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa saat ini IP rata-rata di Kukar masih sekitar 1,67. Artinya, sebagian petani hanya mampu menanam sekali atau dua kali dalam setahun. Dengan program optimasi lahan, pemerintah berupaya agar petani bisa meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali setahun.

Read More
banner 300x250

“Kita dorong petani untuk bisa tanam tiga kali. Misalnya Januari tanam, lalu April–Mei, kemudian Agustus–September. Jadi dalam setahun bisa panen tiga kali. Kalau ini berjalan, produktivitas pertanian Kukar akan meningkat,” ujar Taufik, Jumat (22/8/2025).

Ia menyebutkan, program Oplah saat ini difokuskan di beberapa wilayah, seperti Samboja dan Marangkayu. Petani yang dulu terbiasa beristirahat setelah panen kini diarahkan agar langsung mengolah lahan kembali untuk tanam berikutnya.

“Dulu kebiasaan petani setelah panen berhenti dulu baru tanam lagi. Sekarang dengan Oplah kita dorong supaya tidak ada jeda, langsung olah tanah dan tanam lagi,” tambahnya.

Menurut Taufik, kondisi curah hujan yang masih tersedia di Kukar cukup mendukung program intensifikasi ini. Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang sudah mengalami kekeringan, sebagian petani di Kukar justru masih bisa melakukan olah tanah dan persiapan tanam untuk musim berikutnya.

“Syukur Alhamdulillah Kukar masih ada hujan. Bahkan sekarang sudah ada yang panen dan sebagian lain dalam satu-dua minggu ke depan mulai olah tanah lagi untuk tanam berikutnya,” jelasnya.

Meski begitu, Taufik mengakui ada tantangan di lapangan, baik dari potensi banjir maupun ancaman kekeringan. Data Distanak mencatat pada April–Mei lalu sekitar 200 hektare sawah sempat terendam banjir, dan sekitar 100 hektare mengalami puso.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan perlindungan bagi petani melalui program asuransi usaha tani, di mana petani bisa mendapat kompensasi jika gagal panen akibat faktor alam maupun serangan hama.

“Harapan kami dengan adanya Oplah dan dukungan asuransi, petani Kukar bisa lebih produktif dan terlindungi. Dengan begitu ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” pungkas Taufik. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *