Distanak Kukar Dorong Kemandirian Benih dan Pertanian Modern Lewat Penangkaran dan Greenhouse

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Distanak Kukar, Muhammad Rifani
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Distanak Kukar, Muhammad Rifani
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Dalam upaya meningkatkan kualitas hasil pertanian dan mendukung kemandirian petani, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Sarana dan Prasarana terus mengembangkan program penangkaran benih serta pertanian modern berbasis greenhouse di berbagai wilayah.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus mendukung kelompok-kelompok penangkar benih lokal. Kelompok ini diberikan benih F1 berkualitas untuk kemudian dikembangkan menjadi benih F2 yang siap ditanam oleh petani di sekitarnya.

Read More
banner 300x250

“Kami dorong penangkar benih agar petani tidak lagi tergantung pada benih lokal atau pasokan dari luar daerah. Dengan benih berlabel, hasil panen lebih berkualitas, cepat tumbuh, dan produksi bulirnya lebih banyak,” terang Rifani.

Program ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan benih bermutu di Kukar. Selain meningkatkan produktivitas, upaya ini juga mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan benih dari luar, seperti dari Pulau Jawa.

Selain penguatan sektor benih, Distanak Kukar juga mendorong penerapan teknologi pertanian modern melalui pembangunan greenhouse di sejumlah wilayah seperti Merangkayu dan Loa Kulu. Greenhouse ini digunakan untuk budidaya tanaman hortikultura seperti melon oranye dan komoditas lain yang memerlukan pengaturan suhu dan kelembaban khusus.

“Melon oranye kalau ditanam di lahan terbuka pertumbuhannya kurang maksimal. Tapi di greenhouse kita bisa atur perlakuannya. Suhu stabil, kelembapan terkontrol. Bahkan anggur pun bisa dibudidayakan,” ujarnya.

Menurut Rifani, greenhouse yang dibangun tidak hanya memberikan hasil panen berkualitas tinggi, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk pertanian karena tampilannya lebih menarik dan rasanya lebih unggul.

Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi petani untuk mulai beralih dari pola konvensional menuju pertanian presisi dan ramah lingkungan. Dengan teknologi greenhouse, Kukar dinilai mampu mengembangkan komoditas unggulan yang biasanya hanya tumbuh di dataran tinggi.

“Ini adalah bagian dari adaptasi teknologi pertanian. Kami akan terus mendorong pemanfaatan greenhouse untuk berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi,” pungkas Rifani.

Dengan kombinasi antara kemandirian benih dan modernisasi pertanian, Pemkab Kukar optimistis mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *