KUKAR, LINGKARKALTIM : Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah desa Loa Lepu akan melakukan optimalisasi lahan pertanian di tahun 2025 ini.
Kepala Desa Loa Lepu Sumali mengatakan, optimalisasi lahan itu menyasar lahan tidur atau yang tidak produktif dengan luasan sekitar 20 hektare. Lahan tersebut nantinya dijadikan pusat penanaman bibit sayuran hortikultura, yang menjadi salah satu komoditas yang dimiliki oleh pemerintah desa.
“Program unggulan kami ditahun 2025 ini salah satunya adalah, memprioritaskan ketahanan pangan, melalui optimalisasi lahan yang kurang produktif menjadi lahan produktif hortikultur, yang akan di kelola oleh kelompok tani di desa ini ,” kata Sumali pada Lingkarkaltim, Kamis (1/5/2025).
Dalam mengembangkan sektor pertanian khususnya hortikuktura, Pemerintah Desa Loa Lepu telah bekerjasama dengan salah satu desa di Jawa Tengah yaitu, Desa Ponggok. Kerjasama itu disambut baik oleh Pemerintah Desa Ponggok.
“Kita juga secara rutin melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, dalam meningkatkan produktivitas dan kemajuan pertanian,” ucapnya.
Pihaknya juga menegaskan, pemerintah daerah telah mendukung sektor pertanian di Desa Loa Lepu. Dukungan itu meliputi pemberian bantuan sarana dan prasaran produksi (Saprodi) pertanian.
“Distanak Kukar telah memberikan bantuan pupuk bagi kelompok tani di Desa Loa Lepu, melalui program pertaniannya,” ungkapnya
Dirinya berharap, melalui upaya ini dapat mewujudkan swasembada pangan di desa Loa Lepu, khususnya pada pertanian hortikultura. Dengan swasaembada pangan, pastinya dapat menambah nilai pendapatan para petani. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera. (adv/*den)










