KUKAR, Lingkarkaltim : Upaya mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, sektor pendidikan menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Hal itu sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 31 (4) dan UU Nomor 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 49 (1) dengan mandatory spending bidang pendidikan yaitu 20 persen dari nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar.
Dalam hal ini, mandatory spending ialah, belanja atau pengeluaran negara yang sudah diatur oleh Undang Undang. Tujuan dari mandatory spending yaitu, untuk mengurangi masalah ketimpangan sosial dan ekonomi daerah.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas SDM khususnya di dunia pendidikan secara bertahap. Upaya itu diantaranya, peningkatan kompetensi SDM hingga memperhatikan kualitas sarana dan prasarana.
“Kami terus menindaklanjuti, atas permasalahan permasalahan yang terjadi di lapangan dan melakukan pengawasan terhadap program kegiatan yang berkenaan dengan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata H Sunggono, Selasa (19/11/2024).
Mewujudkan SDM berkualitas harus dipersiapkan sejak dini, terlebih menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah daerah menginginkan SDM Kukar memiliki daya saing dengan SDM luar.
Hal itu juga sesuai dengan visi dan misi Pemkab Kukar yaitu, meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya.
Ia juga menegaskan, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar khususnya kesejahteraan guru harus diperhatikan. Peran guru sangat penting sebagai upaya mencetak generasi atau SDM unggul.
“Kita harus memahami kesejahteraan guru, termasuk guru bantu daerah. Hal ini merupakan elemen krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru adalah pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang kompeten dan berkualitas,” tegasnya.
Dalam hal ini, pemerintah daerah berkomitmen
untuk mendukung peran strategis guru bantu
dalam membangun kualitas pendidikan yang
berkelanjutan. Dengan kebijakan yang tepat sehingga dapat mendukung kesejahteraan mereka.
“Melalui dukungan itu diharapkan guru lebih fokus dan termotivasi dalam memberikan
pendidikan terbaik, bagi anak-anak Kutai
Kartanegara,” ungkapnya. (adv/kik)










