Pemkab Kukar Lakukan Intervensi Penanganan Stunting

Sekkab Kukar H Sunggtono (LK)
banner 468x60

 

KUKAR, Lingkarkaltim : Penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara terus dilakukan oleh pemerintah daerah. Sementara kasus stunting saaat ini telah alami penurunan menjadi 15,9 pesen.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono pada awak media, belum lama ini. Ia mengatakan, penanganan stunting menjadi fokus program kerja pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam penaganan itu tak bisa dikerjakan sendiri, namun diperlukan kolaborasi dengan seluruh pihak.

“Pemerintah daerah telah melakukan intervensi, agar stunting di Kukar terus alami penurunan,” kata Sunggono

Adapun intervensi itu ialah ntervensi spesifik yang dilakukan oleh OPD terkait, untuk mengatasi penyebab stunting secara langsung. Intervensi ini dilakukan pada ibu hamil dan balita 1000 hari pertama kehidupan.

Intervensi spesifik dapat berupa pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif atau pemberian ASI didampingi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) pada usia 6-24 bulan. Dan pemberian imunisasi lengkap pada anak.

Selain intervensi spesifik, penanganan stunting juga dilakukan melalui intervensi sensitif. Intervensi sensitive adalah program kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan gizi kesehatan, seperti perbaikan pola asuh, pemberian bantuan social, penyediaan sarana air bersih, dan jamban yang sehat.

Sementara melalui upaya itu dan kolaborasi yang baik diyakini dapat menekan dan mencegah kasus stunting. Penanganan stunting selama ini telah menunjukkan keberhasilan, karena angka stunting di Kukar alami penurunan.

Dalam hal ini, pemerintah daerah menarggetkan pada akahir 2024 ini kasus stunting di Kukar bisa ditekan hingga dibawah 14 persen. Capaian saat ini juga telah membuktikan angka stunting di Kukar telah dibawah rata rata nasional.

“Sebelumnya target nasional yaitu dibawah 14 persen, namun saat ini telah direvisi menjadi 17 persen. Artinya kita berhasil mengatasi persoalan ini, sehingga Kukar menjadi rujukan bagi daerah lain dalam penanganan stunting,” ungkapnya (adv/kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *