KUKAR, Lingkarkaltim : Sebanyak 17 kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar) telah memiliki pos sektor yang dibentuk oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar guna meningkatkan pelayanan penanganan terjadinya musibah kebakaran.
Pos sektor pemadam kebakaran merupakan salah satu komponen penting dalam penanggulangan kebakaran di Indonesia. Pos sektor tersebut sebagai sarana pelayanan kepada masyarakat dalam hal penanggulangan kebakaran dan penyelamatan yang berkedudukan di tingkat kecamatan.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan dari total 20 kecamatan di Kukar standarnya, minimal setiap kecamatan harus ada pos sektornya. Hingga saat ini baru ada kurang lebih 17 kecamatan yang sudah memiliki pos sektor.
“Yang menjadi kendalanya ialah di sarana prasarananya, karena untuk membentuk pos sektor itu ada standarnya. Harus ada bangunan pos, unit pemadam dan sumber daya manusia,” jelas Fida Hurasani pada Jum’at, (01/11/24).
“Ini kita terus berjalan untuk mencapai ke arah itu, lambat tapi pasti akan terbentuk pos sektor di semua kecamatan, karena kita bicara tentang anggaran dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Pos sektor Disdamkar Matan di kecamatan, kata Fida, sampai saat ini sudah hampir mencapai 90% ada tim pemadam kebakarannya. Semua tim bekerja semaksimal mungkin, bagaimana mereka mengoperasikan sarana prasarana (sarpras) yang ada. Artinya sarpras tidak harus baru maupun canggih asal bisa beroperasi dengan baik, salah satu cara bagaimana untuk menjaganya yakni dimaksimalkan untuk selalu dirawat. Jadi apabila ada musibah kebakaran di wilayah kecamatan minimal tim pos sektor bisa sigap menanganinya dengan cepat.
Fida menambahkan bahwa untuk metode pemadaman api jika terjadi kebakaran pada setiap wilayah pada dasarnya sama namun sarana prasarananya yang berbeda. Mengingat geografis di Kukar sangat luas dan karakter geografis setiap kecamatan juga berbeda-beda.
“Apabila pemukiman itu di bantaran sungai, sarpras yang layaknya adalah portable dengan memanfaatkan keterlibatan pihak warga atau relawan yang sudah dilatih dan perahu. Contohnya di kecamatan Sebulu, Kota Bangun, Muara Kaman, Sanga-Sanga, dan Anggana di sana sudah ada Fireboat,” ujarnya.
Dirinya berharap peran serta relawan maupun masyarakat bisa siap siaga dalam hal membantu menangani pemadaman api apabila ada kejadian kebakaran di wilayahnya dengan memaksimalkan sarpras yang ada. (adv/ning)










