Kasus HIV-AIDS di Kukar Capai 526 Orang, Dinkes Minta Rutin Cek Kesehatan

Kepala Dinkes Kukar Ismi Muffidag, Rabu (26/8/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Kepala Dinkes Kukar Ismi Muffidag, Rabu (26/8/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM : Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai sekitar 526 orang, di 2026 ini. Kasus tersebut menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah, untuk dapat ditangani dengan tepat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Muffidah mengatakan, bagi warga yang terkonfirmasi HIV/AIDS ini bukan untuk dijauhi atau dikelompokan. Tapi pemerintah daerah ingin merangkul warga tersebut, untuk  mendapatkan penanganan tepat.

Read More
banner 300x250

“Sehingga penyebaran virus HIV/AIDS ini bisa dicegah sejak dini,” kata Ismi Muffidah pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Rabu (26/8/2026).

Ia menegaskan, warga yang menderita dijamin kerahasiaan identitasnya. Jadi warga yang terindikasi ini, jangan takut untuk melaporkan diri atau berobat ke fasilitas kesehatan.

“Dengan diberikan obat, kita bisa menekan virus tersebut,” tegasnya.

Virus HIV/AIDS ini menyerang kekebalan daya tahan tubuh manusia. Sehingga ini lebih parah jika tak ditangani dengan tepat.

“Yang terkonfirmasi virus ini sebagian besar merupakan usia produktif dari 18-50 tahun,” ucapnya.

Selain itu, penyebab penyebaran kasus ini melalui hubungan seksual atau sering ganti pasangan, narkoba, jarum suntik dan lainnya.

“Ada beberapa kelompok rentan, dalam penyebaran virus HIV/AIDS ini,” ujarnya.

Sementara itu Tim Pengelolaan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) Masliana menjelaskan, upaya penanganan atau pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS berkolaborasi dengan sejumlah pihak diantaranya, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Mahakam Plus serta Satpol PP Kukar.

“Untuk penindakan operasi di hotel, penginapan, kos-kosan hingga tempat hiburan atau lokalisasi berkolaborasi dengan Satpol PP, Kukar,” jelas Masliana.

Ia  menyebutkan, data pengidap HIV/AIDS ini bukan murni warga lokal. Tapi ada juga warga luar daerah yang berdomisili di Kukar.  Hal ini yang menjadi tantangan pemerintah daerah ketika ada warga pengidap yang berpindah-pindah terlebih warga luar.

Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kukar Rasidi mengungkapkan, operasi di hotel, penginapan dan lainnya akan diintensifkan kembali. Guna mencegah penyebaran virus HIV/AIDS.

“Kelompok seperti itu dinilai cepat dalam menyebarkan virus HIV/AIDS,” ungkap Rasidi. (riz)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *