24 Hari Terjang Asap Karhutla Sanga-sanga: Bertahan Ditengah Terik dan Terbatasnya Pasokan Medis

Personel pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan kobaran karhutla di kawasan Kecamatan Sanga-Sanga. (Doc. Disdamkarmatan Kukar).
Personel pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan kobaran karhutla di kawasan Kecamatan Sanga-Sanga. (Doc. Disdamkarmatan Kukar).
banner 468x60

KUKAR,LINGKARKALTIM: Perjuangan tiada henti ditunjukkan tim gabungan pemadam kebakaran di Kecamatan Sanga-Sanga. Selama 24 hari berturut-turut, para personel berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam. Meski fisik makin terkuras dan ancaman sesak napas mengintai, semangat pantang menyerah tetap membara di lapangan.

Kondisi di lapangan memang cukup berat. Selain jarak titik air yang jauh, kobaran api kerap membesar mendadak saat siang hari akibat terik matahari dan angin kencang.

Read More
banner 300x250

Personil Pos Sektor Disdamkarmatan Sanga-Sanga, Rahman menyebut mereka mengandalkan 13 personel dengan dukungan 3 unit armada.

“Dengan keterbatasan yang ada, strategi penyiraman dan pergantian personel secara bergantian terus diterapkan agar anggota tidak gulung tikar akibat kelelahan parah,” terangnya.

Kebutuhan mendesak yang kini dinantikan para petugas di lapangan adalah dukungan medis dan pasokan suplai fisik.

Para petugas sangat membutuhkan bantuan tim medis serta asupan vitamin rutin mengingat durasi pemadaman yang menembus waktu hingga malam hari.

Relawan setempat pun turut turun tangan membantu. Namun, keterbatasan perlindungan dan jaminan asuransi membuat peran mereka disesuaikan dengan kapasitas demi menjaga keselamatan bersama.

Sementara Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menegaskan bahwa penanganan karhutla ini butuh sinergi lintas pihak, terutama sektor kesehatan.

“Sejauh ini anggota tetap membantu di berbagai titik dan dibantu pihak-pihak terkait. Jadi tidak hanya Damkar saja. Memang yang sangat kita harapkan adalah adanya bantuan kesehatan untuk personel, karena ini bukan hanya tentang Damkar, melainkan menyangkut keselamatan bersama,” ujar Fida, Rabu (26/8/2026).

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, menjelaskan kondisi fisik personel secara umum masih relatif stabil, meski ada satu anggota yang sempat mengalami sesak napas saat pemadaman di Kelurahan Pendingin.

“Untuk menjaga stamina, kami mengambil langkah rotasi. Setelah bertugas di lapangan selama 3 sampai 7 hari, personel wajib istirahat 1×24 jam. Jika terjadi kekosongan personel di kantor, kami meminta bantuan kelompok relawan dari Tenggarong dan Tenggarong Seberang untuk ikut siaga,” jelas Abdal.

Abdal juga menyoroti pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) yang baru mencapai 95 persen, di mana masker khusus filter asap masih menjadi kendala utama. Jika fenomena kemarau ekstrem El-Nino berlangsung lama, APD yang digunakan berisiko cepat rusak dan menurun standar keamanannya.

Koordinasi lapangan juga terus dimaksimalkan. Mengingat BPBD tidak bisa membawa unit ambulans sendiri karena keterbatasan personel, koordinasi ketat dilakukan bersama relawan dan pemerintah setempat di setiap lokasi karhutla.

Maksimal 30 personel BPBD ditugaskan secara bergiliran sesuai skala prioritas wilayah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergotong-royong. Imbauan kami kepada anggota: jaga kondisi kesehatan, utamakan keselamatan diri sebelum memberi pertolongan, gunakan APD maksimal, dan selalu berkoordinasi. Jika ada evakuasi warga, prioritas utama adalah lansia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan warga yang sakit,” tegas Abdal.

Di tempat terpisah, Koordinator Lapangan (Korlap) Satgas SAR BPBD Kukar, Eko Surya Winata, menggambarkan perjuangan timnya yang masih bertahan di bawah kepungan asap.

“Api membara lagi hari ini. Tapi sementara ini teman-teman masih bertahan di lapangan, belum ada yang tumbang karena kelelahan saat ini,” pungkas Eko.(dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *