Tingkat Okupansi Hotel Grand Yuda Tenggarong Alami Penurunan 50 Persen

Hotel Grand Yuda yang terletak dikawasan Jalan Jelawat Tenggarong, Sabtu (22/8/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Hotel Grand Yuda yang terletak dikawasan Jalan Jelawat Tenggarong, Sabtu (22/8/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM : Tingkat okupansi Hotel Grand Yuda yang berada di Jalan Jelawat Tenggarong mengalami penurunan hingga 50 persen. Ini dirasakan sejak April hingga Agustus 2026 ini.

Receptionis Hotel Grand Yuda, Ardi mengatakan, penurunan tingkat kunjungan didudga dipengaruhi oleh minimnya agenda atau kegiatan yang digelar oleh pemerintah daerah.

Read More
banner 300x250

Jika daerah ini sering menggelar event, pastinya banyak masyarakat yang berkunjung atau menginap di hotel ini.

“Saat ini tingkat kunjungan hotel dalam sehari sekitar 5-7 orang atau kamar,” kata Ardi pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Sabtu (22/8/2026).

Ia menegaskan, pada Januari-Maret 2026 atau pada tahun lalu (2025), tingkat kunjungan dalam sehari bisa mencapai 15 kamar.

“Kami memiliki 15 kamar, kalau sebelumnya kamar ini terisi semua,” tegasnya.

Di Hotel Grand Yuda ini menyediakan 2 jenis kamar yaitu Deluxe diharga Rp. 380 ribu dan Standar Rp. 250 ribu. Sejauh ini pengunjung yang menginap di hotel ini dari wilayah Hulu seperti Melak, Tabang, Kembang Janggut dan lainnya.

“Fasilitas yang disediakan diantaranya, TV, AC, sarapan, wifi dan kondisi kamar yang bersih,” ucapnya.

Dirinya berharap, ekonomi daerah stabil dan banyak kegiatan pemerintah daerah, yang bisa memberikan manfaat kepada pelaku usaha lokal.

Sementara itu warga Kembang Janggut Dedi Hermawan menyebutkan, memilih hotel ini karena harganya terjangkau dan nyaman.

“Hotel ini sangat rekomended bagi keluarga yang ingin menyesuaikan kemampuan ekonominya,” sebut Dedi Hermawan. (riz)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *