KUKAR, LINGKARKALTIM : Berawal dari hobi, remaja asal Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong nekat membuat layang-layang raksasa. Remaja tersebut bernama Ahmad Maulana. Ia menyebutkan, hobi bermain layang-layang sejak duduk dibangku sekolah dasar.
Melihat layang-layang raksasa ini merupakan peluang usaha, maka ia mulai belajar membuat layang-layang sejak 2023 lalu saat masih dibangku SMP.
“Awalnya saya hobi bermain layang-layang dan belajar membuat layang-layang besar. Sehingga layang-layang itu dilirik oleh teman,” kata Ahmad Maulan pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Sabtu (22/8/2026).
Dalam proses pembuatan layang-layang besar ini memerlukan waktu sekitar 1 pekan. Ini melihat dari tingkat kerumitan terhadap pesanan layang-layang tersebut.
Layang-layang raksasa ini dibandrol dari harga Rp. 100-800 ribu. Harga tersebut tergantung kesulitan dari pesanannya. Dalam satu bulan, sering mendapatkan 2 kali pesanan layang-layang raksasa.
“Layang-layang ini menjadi sumber pendapatan disela-sela sekolah,” sebutnya.
Ia mengaku, layang-layang ini ramai tergantung dari musim, terlebih pada musim angin kencang atau kemarau.
“Saat musim angin kencang, layang-layang mulai ramai diterbangkan bahkan ada eventnya,” akunya.
Dirinya berharap, produk kerajinan layang-layang raksasa ini makin diminati oleh masyarakat. Karena bermain layang-layang merupakan hiburan.
Sementara itu pembeli layang-layang raksasa asal Loa Kulu Rendi menyebutkan, sangat tertarik untuk memiliki layang-layang besar. Karena di Kecamatan Loa Kulu sepertinya belum ada yang memiliki layang-layang besar.
“Saya beli layang-layang besar ini di Maluhu, dengan harga sekitar Ro. 250 ribu,” sebut Rendi. (riz)










