Danau Tanjung Sarai Mengering, Kunjungan Wisatawan di Kedang Murung Anjlok hingga 50 Persen

Kondisi Danau Tanjung Sarai saat ini mengering, Desa Kedang Murung, Kec.Kota Bangun, Sabtu (15/8/26). (Doc. Nurul Hidayah)
Kondisi Danau Tanjung Sarai saat ini mengering, Desa Kedang Murung, Kec.Kota Bangun, Sabtu (15/8/26). (Doc. Nurul Hidayah)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Musim kemarau yang melanda kawasan Kota Bangun membawa dampak signifikan bagi sektor pariwisata lokal. Salah satunya dialami destinasi wisata Danau Tanjung Sarai di Desa Kedang Murung. Tingkat kunjungan wisatawan di tempat tersebut merosot tajam akibat surutnya air danau.

Kepala Desa Kedang Murung, Junaidy, mengungkapkan kondisi air danau yang mengering membuat daya tarik wisata menurun.

Read More
banner 300x250

“Ya, jumlah pengunjung berkurang hampir 50 persen. Sebenarnya angka kunjungan memang tidak pasti, tapi biasanya kalau akhir pekan (weekend) bisa mencapai 100 orang dalam sehari. Sekarang berkurang, salah satunya karena orang-orang banyak yang menonton turnamen sepak bola di Kota Bangun,” ujar Junaidy, Sabtu (15/8/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, pihak pengelola dan pemerintah desa memilih untuk mengoptimalkan potensi yang ada sembari menyusun strategi perbanyakan agenda kegiatan.

Salah satunya memanfaatkan momen peringatan HUT ke-81 RI dengan menggelar turnamen mini soccer dan hiburan rakyat di area Tanjung Sarai pada 22 Agustus mendatang.

“Sementara ini kita ikuti situasi yang ada dulu. Nanti tanggal 22 Agustus kami menggelar acara hiburan dan mini soccer untuk rakyat. Harapannya ini bisa jadi salah satu penarik minat masyarakat untuk kembali berkunjung ke Tanjung Sarai,” jelasnya.

Tren dinamika pariwisata di Kalimantan Timur memang memiliki tantangan tersendiri dibanding Pulau Jawa, terutama dari segi jumlah populasi dan masa ketahanan antusiasme pengunjung terhadap suatu wahana.

“Karakteristik wisata di Kaltim itu biasanya ramai di 3 sampai 6 bulan awal saja. Contohnya waktu kami baru membuka perosotan pelangi, ramainya sekitar 6 bulan, setelah itu grafik kunjungannya turun lagi. Hal ini wajar karena jumlah penduduk di Kaltim tidak sebanyak di Jawa,” terangnya.

Meski fasilitas kapal wisata sementara tidak bisa beroperasi maksimal akibat air surut, area danau yang mengering justru menciptakan sensasi aktivitas baru bagi para pengunjung.

Saat sore hari, sebagian wisatawan memanfaatkan area lumpur danau untuk bersantai.

“Biasanya kalau sore, pengunjung jalan-jalan di area lumpur, main-main, atau cari kerang dan ikan-ikan kecil untuk hiburan,” tambah Junaidy.

Kondisi unik ini juga dirasakan oleh salah satu pengunjung asal Kota Bangun, Nurul Hidayah. Ia mengaku sengaja datang untuk menikmati pemandangan dan berjalan-jalan di dasar danau yang mengering.

“Begini suasana Danau Tanjung Sarai saat musim kemarau. Harapannya semoga hujan segera turun di Kota Bangun dan wilayah sekitarnya,” tutur Nurul. (dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *