KUKAR, LINGKARKALTIM: Sejumlah pembudidaya ikan di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara menghadapi tantangan serius pada musim kemarau.
Pasalnya, pada musim kemarau tambak atau kolam budidaya ikan mengalami kekurangan air.
Salah seorang budidaya ikan Heri Susanto mengatakan, musim kemarau ini mengakibatkan kolam kekeringan. Sehingga hal ini harus segera ditangani, agar ikan indukan dan benih di kolam masih tetap bertahan.
“Musim kemarau ini tengah dirasakan sejak Juni 2026 lalu,” kata Heri Susanto pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (10/8/2026).
Ia mengaku, selama ini kolam ikan juga mengandalkan tadah hujan, untuk mengisi air pada kolam tersebut.
Untuk menyiasati persoalan tersebut, pihaknya memasang sumur bor dan disedot menggunakan pompa diarahkan ke kolam budidaya. Jika tak menggunakan sumur bor beserta pompanya, dipastikan kolam tersebut kering total.
“Saya ada 18 kolam ikan budidaya, jadi kita hanya mengandalkan sumur bor untuk mengisi air di kolam. Berbeda dengan keramba di sungai, meskipun air sungai surut, keramba itu bisa digeser untuk mendapatkan air,” ucapnya.
Ia mengaku pasrah pada kondisi cuaca tak menentu. Hal ini bagian dari tantangan terberat pada sektor perikanan.
“Kami berharap, adanya sumur bor tambahan untuk dapat mempermudah kerja pembudidaya saat musim kemarau,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Desa Sepakat Saiful menjelaskan, sejauh ini belum terima aduan atau laporan dari pembudidaya ikan terhadap musim kemarau.
“Kami juga menyadari, musim kemarau sangat berdampak terhadap sektor perikanan terlebih yang menggunakan kolam tambak,” jelas Saiful.
Kondisi kolam tamba saat ini mengalami kekeringan. Namun belum diketahui pasti terhadap jumlah kerugian yang dialami pembudidaya ikan.
“Jika ada laporan yang masuk ke desa, pasti akan kita tindaklanjuti,” ujarnya.
Dalam hal ini, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui OPD terkait, untuk mencarikan solusi terhadap persoalan saat ini.
“Untuk kolam budidaya ikan yang terdampak berada di RT 2, RT 3, RT 4 dan RT 5,” pungkasnya. (Kik)










