Semangat Pebulu Tangkis Kukar Membara! Kejurkab 2026 Siap Unjuk Gigi

Pamflet Kejurkab 2026, Tenggarong. (Doc. PBSI Kutai Kartanegara)
Pamflet Kejurkab 2026, Tenggarong. (Doc. PBSI Kutai Kartanegara)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Setelah sekian lama ditunggu-tunggu oleh para pencinta olahraga tepok bulu, Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis Kutai Kartanegara 2026 akhirnya resmi digulirkan.

Event bergengsi ini bakal berlangsung pada 12 – 16 Agustus 2026 di GOR PBSI Kutai Kartanegara, Tenggarong.

Read More
banner 300x250

Ajang ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan ajang pembuktian bagi ratusan atlet muda daerah yang haus akan pertandingan setelah sempat sepi kejuaraan.

Ketua PBSI Kutai Kartanegara, M. Aidil, menegaskan Kejurkab ini menjadi sarana penting untuk menyaring bibit-bibit unggul asli daerah agar bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Kami berharap dari kejuaraan ini muncul bibit-bibit baru andalan Kutai Kartanegara yang bisa berbicara banyak, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan pembinaan yang konsisten dan latihan intensif, kami yakin atlet Kukar mampu bersaing,” kata Aidil, Jumat (7/8/2026).

Aidil juga mengapresiasi tinggi semangat para pengurus klub dan atlet yang tidak kendor.

“Meski berada di situasi efisiensi, kita tetap upayakan kegiatan ini berjalan karena sudah masuk agenda resmi Pengprov PBSI Kaltim. Hasil dari Kejurkab ini nantinya jadi ajang seleksi untuk dikirim ke Kejurprov di Balikpapan, sekaligus persiapan menghadapi Porprov 2026,” lanjutnya penuh optimistis.

Senada dengan sang ketua, Ketua Panitia Pelaksana Kejurkab 2026, Boyadi, menjelaskan turnamen tahun ini mempertandingkan berbagai kelompok usia, mulai dari kategori pra-usia dini (di bawah 8 tahun), usia dini, anak-anak, pemula, remaja, taruna, hingga ganda dewasa umum.

Menariknya, untuk kategori kelompok usia anak-anak hingga taruna, seluruh biaya pendaftaran dipastikan gratis. Khusus kategori ganda dewasa putra perorangan, pendaftaran dikenakan biaya Rp100.000 per pasangan.

Meski begitu, Boyadi mengakui ada tantangan tersendiri pada gelaran tahun ini, terutama terkait sistem pendaftaran atlet yang kini diwajibkan menggunakan Sistem Informasi (SI) PBSI secara daring.

“Pendaftaran sekarang wajib lewat SI PBSI untuk menghindari praktik pencurian umur. Verifikasinya ketat karena harus melewati tiga tahap, dari PBSI Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat. Ini jadi tantangan buat klub-klub, tapi penting demi transparansi dan pembinaan yang bersih,” terang Boyadi.

Guna menyiasati keterbatasan anggaran, panitia juga merangkul sejumlah pihak sponsor yang turut menyokong berjalannya ajang ini. Boyadi pun berharap Kukar ke depannya bisa menjadi tuan rumah ajang berskala nasional.

“Harapan kita, Kukar nantinya bisa menyelenggarakan sirkuit nasional (Sirnas) seperti daerah tetangga. Biar anak-anak tidak cuma latihan saja yang bikin bosan, tapi ada target dan ajang kompetisi yang jelas,” pungkasnya.

Bagi para atlet yang keluar sebagai juara pada kategori kelompok usia (pra-usia dini hingga taruna), Pengkab PBSI Kukar menjanjikan fasilitas akomodasi dan uang saku penuh untuk mewakili Kukar di ajang Kejurprov Kaltim 2026 mendatang. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *