KUKAR, LINGKARKALTIM: Memanfaatkan limbah kain menjadi produk fashion bernilai jual tinggi bukanlah hal yang mustahil. Hal itulah yang dibuktikan oleh Ephy Djalani atau biasa disapa Selpi, pemilik merek busana lokal Youkey yang berlokasi di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kab. Kutai Kartanegara.
Lewat tangan dinginnya, limbah kain perca mulai dari batik hingga denim disulap menjadi aplikasi hiasan ciamik yang mempercantik tampilan produk jaket buatan rumah produksinya.
Ephy menceritakan, usaha brand Youeky ini sudah berjalan selama kurang lebih tiga tahun, tepatnya sejak 2022 lalu. Berbeda dengan produk konveksi massal, Youeky mengandalkan teknik pengerjaan tangan (handmade) sehingga setiap item busana yang dihasilkan terasa lebih personal dan eksklusif.
“Range harga produk kami mulai dari Rp350 ribu sampai Rp1 juta. Karena memakai teknik handmade, dikerjakan satu per satu dengan tangan, jadi ada nilai keunikannya tersendiri di situ,” ujar Ephy, Kamis (30/7/2026).
Menghasilkan produk craft bernilai seni tinggi tentu datang bersama tantangannya tersendiri. Ephy mengaku, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini ada pada segi pemasaran.
Menurutnya, segmen pasar untuk produk kurasi seperti Youeky terbilang spesifik karena harganya yang menyesuaikan proses pembuatan yang cukup rumit.
Meski begitu, keberadaan Yueki juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar tempat usahanya. Saat ini, Ephy dibantu oleh enam orang pekerja yang melibatkan warga lokal.
“Kami memanfaatkan potensi orang-orang di sekitar tempat usaha. Jadi kami membentuk kelompok usaha bersama dan memberdayakan ibu-ibu di sini untuk mengerjakan pekerjaan tangannya,” terangnya.
Mengenai omzet, Ephy menyebut kondisi perekonomian saat ini membuat pendapatan usahanya masih fluktuatif.
“Penghasilan kami bisa menembus sekitar Rp15 juta sebulan, kadang di atas itu, kadang juga di bawahnya,” tutup Ephy. (Dil)










