KUKAR, LINGKARKALTIM: Petani Maluhu, Kecamatan Tenggarong mengeluhkan harga pupuk sangat mahal mencapai Rp. 800 ribu.
Pasalnya, pupuk ini menjadi kebutuhan dasar atau biaya operasional paling besar pada sektor pertanian.
Salah seorang petani Kasman mengatakan, sangat jarang menggunakan pupuk bersubsidi. Karena penyaluran pupuk bersubsidi ini lambat, sehingga tak sesuai waktu yang dibutuhkan petani.
“Kalau pupuk subsidi ini jarang diperoleh, terkadang momennya juga tak tepat,” kata Kasman pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Selasa (7/7/2026).
Ia mengaku, untuk harga pupuk subsidi ini hanya sekitar Rp. 100 ribu. Sedangkan pupuk di luar bisa mencapai Rp. 800 ribu.
“Ini selisihnya sangat luar biasa, seharusnya pupuk ini bisa dicampur untuk dapat menekan biaya operasional pada sektor pertanian,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani menjelaskan, kelompok pertanian bisa saja mengusulkan bantuan ke Dinas Pertanian.
Nantinya, pihaknya akan memasukan ke dalam rencana kerja dan menyesuaikan kemampuan keuangan.
“Silahkan kelompok pertanian mengusulkan keperluannya, nanti dilakukan verifikasi dan lainnya,” jelas Muhammad Rifani. (Kik)










