KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program seragam sekolah gratis tetap berlanjut pada tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah menegaskan bahwa program tersebut masih menjadi prioritas dan akan terus dijalankan sesuai arahan kepala daerah.
“Ini bagian dari program strategis Pak Bupati (dr. Aulia Rahman Basri), untuk memastikan anak-anak yang masuk sekolah memiliki seragam dan tidak ada diskriminasi,” kata dia, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, ketersediaan seragam sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan diri siswa, terutama bagi peserta didik baru.
Dengan adanya program ini, ia berharap tidak ada lagi kesenjangan antar siswa akibat keterbatasan ekonomi.
“Harapannya anak-anak lebih semangat untuk sekolah, karena pendidikan adalah masa depan,” ucap Heriansyah.
Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Kukar melakukan perhitungan kebutuhan secara detail berdasarkan jumlah sekolah dan peserta didik di setiap jenjang, agar distribusi seragam dapat tepat sasaran.
Dia menjelaskan, jumlah Sekolah Dasar (SD) di Kukar mencapai sekitar 400 unit dengan jumlah siswa yang bervariasi di tiap sekolah.
Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat sekitar 190 sekolah, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencapai lebih dari 500 lembaga, yang termasuk juga sekolah swasta.
“Setiap sekolah jumlah siswanya berbeda-beda, ada yang 500, 400, bahkan 120 siswa. Maka kita harus kalkulasi secara detail,” jelasnya.
Heriansyah memastikan alokasi anggaran untuk program seragam gratis tahun ini telah disiapkan, dengan target seluruh siswa baru di setiap jenjang pendidikan dapat menerima bantuan tersebut.
“Tahun ini tetap untuk siswa baru. Karena seragam itu biasanya bisa dipakai dua sampai tiga tahun, menyesuaikan pertumbuhan anak,” ungkap dia.
Meski demikian, keberlanjutan program ini juga kemungkinan akan dipengaruhi oleh kondisi keuangan daerah, terutama terkait transfer dana dari pemerintah pusat.
Namun, pemerintah daerah berkomitmen menjaga program tersebut agar tetap berjalan.
“Mudah-mudahan kondisi keuangan kita membaik, dan transfer pusat ke daerah juga baik, sehingga amanah ini bisa terus kita jaga dan disalurkan kepada yang berhak,” harap dia.
“Program ini akan terus kita lanjutkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin pemerataan pendidikan bagi seluruh anak di Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ASR)










