KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) secara simbolis menyerahkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) hasil penyewaan lapak di kawasan pasar Tangga Arung Square (TAS) kepada Bankaltimtara pada Kamis (5/2/2026).
Setoran tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi pendapatan daerah di tengah menurunnya transfer keuangan dari pemerintah pusat.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar, Dr. Bahari Jokosusilo menyampaikan bahwa total PAD yang disetorkan dari aktivitas penyewaan lapak di TAS mencapai Rp53 juta.
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber kegiatan usaha yang memanfaatkan area TAS.
Ia menjelaskan, penyerahan yang dilakukan bersifat simbolis karena secara mekanisme seluruh pembayaran retribusi dilakukan langsung oleh para penyewa kepada bank melalui sistem digital.
Pemerintah daerah dalam hal ini hanya menyaksikan proses penyetoran sebagai bentuk transparansi pengelolaan PAD.
Dia menerangkan, setiap penyewaan lapak telah dilengkapi kontrak dan perjanjian resmi, sehingga seluruh pembayaran tercatat dan langsung masuk ke kas daerah tanpa melalui perantara petugas di lapangan.
“Pembayaran retribusi tidak dilakukan secara tunai. Semua langsung disetor ke Bankaltimtara, sehingga tidak ada uang yang diterima oleh petugas di pasar. Semua masuk langsung ke kas daerah,” tegasnya.
Pemkab Kukar berharap aktivitas ekonomi di kawasan Tangga Arung Square terus berkembang dan semakin ramai dikunjungi masyarakat.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan pedagang, diharapkan kontribusi PAD dari sektor ini juga semakin meningkat.
Joko menambahkan, kondisi penurunan transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri bagi daerah, sehingga optimalisasi PAD dari berbagai sumber menjadi langkah strategis yang terus didorong.
“Semakin ramai TAS, semakin banyak pedagang yang berdagang di kios atau tenant, maka akan semakin besar juga kontribusinya terhadap PAD. Ini yang terus kita dorong,” pungkas dia. (ASR)










