Geliat Wisata Kuliner Dongkrak Aktivitas Ekonomi Tenggarong

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Tenggarong terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Fenomena ini terutama terlihat dari pesatnya perkembangan sektor kuliner, yang kini menjadikan Tenggarong sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Kaltim.

Read More
banner 300x250

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menegaskan bahwa geliat ekonomi di Tenggarong tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah daerah menghadirkan ruang-ruang publik dan destinasi baru yang mendorong aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, Tenggarong menjadi tujuan wisata kuliner, bukan hanya dari Kukar, tapi juga dari Samarinda, Bontang, dan Balikpapan. Mereka sudah tahu jadwal Soe, CFD, dan setiap malam Titik Nol selalu ramai,” kata dia, Rabu (12/11/2025).

Lonjakan aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan keramaian Tenggarong tidak hanya memunculkan geliat ekonomi di sektor kuliner, tetapi juga menciptakan dampak lanjutan berupa meningkatnya permintaan bahan baku, bahan bakar, dan kebutuhan operasional lainnya.

Ia menilai, keberadaan destinasi yang dibangun dan direvitalisasi pemerintah telah membawa dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha.

Ruang-ruang publik yang tertata rapi dan dilengkapi fasilitas pendukung memberikan kesempatan luas bagi pedagang kuliner untuk tumbuh.

“Begitu ada destinasi baru, orang ramai berkumpul. Ada acara budaya, kegiatan komunitas, itu luar biasa. Untuk Tenggarong, pertumbuhannya sangat meningkat,” tutur Fathullah.

Pertumbuhan ini secara tidak langsung menjadi bukti bahwa pembangunan ruang publik menjadi salah satu strategi efektif menumbuhkan ekonomi masyarakat tanpa harus mengandalkan program-program intervensi langsung.

Dia mengungkapkan, pesatnya pertumbuhan pelaku usaha kuliner di Tenggarong membawa tantangan baru. Misalnya terjadi kelangkaan Elpiji.

“Kelangkaan LPG itu terjadi karena semakin banyak orang yang masak. Pelaku IKM-UMKM meningkat pesat, otomatis kebutuhan gas naik. Ini indikator pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Disperindag Kukar bersama Pertamina pun langsung melakukan intervensi dengan operasi pasar dan penambahan kuota distribusi agar suplai Elpiji kembali stabil.

Dengan geliat wisata kuliner yang semakin kuat dan meningkatnya daya tarik destinasi baru di Tenggarong, Pemkab Kukar kini memiliki momentum penting untuk terus mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.

Namun, lanjut Fathullah, pemerintah daerah juga harus terus memastikan dukungan suplai energi, infrastruktur, dan fasilitas demi menjaga pertumbuhan ini tetap stabil dan berkelanjutan. (ADV/ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *