Disperindag Kukar Gencarkan Pelatihan Pemasaran Digital

Pelatihan pemasaran digital di Muara Wis. (Istimewa)
Pelatihan pemasaran digital di Muara Wis. (Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya memperluas akses pemasaran digital bagi pelaku UMKM terus digenjot Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Melalui program pembinaan yang menyasar wilayah-wilayah terpencil, Disperindag berkomitmen menghadirkan pelatihan langsung di lapangan agar pelaku usaha lebih mudah memahami strategi pemasaran modern.

Read More
banner 300x250

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, menjelaskan bahwa antusiasme peserta di setiap daerah yang didatangi sangat tinggi.

Para pelaku UMKM merasa pelatihan tersebut dapat membantu mereka memasarkan produk secara lebih efektif.

“Mereka sangat antusias sekali mengikuti, karena ini bisa membantu mereka dalam memasarkan produknya. Makanya kita kejar daerah-daerah yang agak jauh, supaya mereka bisa ikut merasakan manfaatnya,” ungkap dia, Kamis (27/11/2025).

Pihaknya sempat mengira pelaku UMKM di daerah terpencil belum banyak mengenal pemasaran digital.

Namun kenyataannya, sebagian besar peserta telah memahami dasar-dasarnya, bahkan telah mencoba menggunakan media digital secara mandiri.

“Ternyata setelah kita turun ke sana, mereka banyak yang sudah mengenal. Artinya daerah-daerah terpencil itu sudah melek digital. Apalagi kalau daerah kota, pasti lebih cepat lagi,” ujar Bustani.

Pelatihan yang diberikan menggunakan metode praktik langsung. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi sekaligus mencoba membuat akun marketplace, mengunggah produk, dan menata katalog secara mandiri.

“Kita langsung praktek, karena kalau mereka hanya teori, susah. Dengan praktik, mereka lebih cepat paham. Makanya kita lakukan pendampingan,” jelasnya.

Tahun 2025 ini, Disperindag Kukar akan melakukan pelatihan di empat lokasi. Dua dii antaranya sudah terlaksana Kedang Ipil sebagai kawasan wisata, serta Muara Wis yang memiliki banyak pelaku usaha potensial. Selanjutnya, pelatihan dijadwalkan di wilayah Muara Badak dan Tenggarong Seberang.

“Rencana empat lokasi dulu tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya juga sudah kita lakukan, tapi pesertanya kita undang ke sini. Menurut kami itu kurang efisien. Kalau kita turun langsung ke desa-desa, lebih mudah. Mereka juga lebih banyak waktu kalau kita yang datang,” tutur dia.

Sejak awal program ini dirancang, Disperindag Kukar menargetkan sedikitnya 100 pelaku UMKM dapat aktif menggunakan platform digital, terutama marketplace dan media daring untuk memasarkan produk.

“Target kita itu 100 UMKM. Tahun sebelumnya sudah mencapai, dan tahun ini sudah 25–50-an lebih yang ikut. Kita harapkan tahun ini bisa tercapai lagi, jadi ada 100 UMKM yang bisa menggunakan media digital,” paparnya.

Bustani optimistis target tersebut bisa tercapai, apalagi melihat tingginya minat pelaku usaha dalam mengikuti pelatihan.

“Kita optimis. Setelah pelatihan kita pantau terus. Itu yang penting,” kata Bustani.

Pelatihan ini tidak berhenti pada sesi tatap muka. Disperindag memastikan seluruh peserta akan terus dipantau perkembangan usahanya, termasuk sejauh mana mereka telah memanfaatkan marketplace dan platform digital lainnya.

“Kita terus pantau. Makanya kita minta nomor peserta, supaya kita bisa cek apakah mereka sudah jalan, bagaimana perkembangannya,” pungkasnya. (ADV/ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *