KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mencatat langkah penting dalam penataan sumber daya aparatur sipil negara.
Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dilantik oleh Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri di lapangan upacara Kantor Bupati pada Jumat (31/10/2025).
Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa bangga kepada para PPPK yang baru saja dilantik.
Dia menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari kerja keras dan pengabdian panjang tenaga honorer yang selama ini berkontribusi bagi pelayanan publik di Kukar.
“Ini adalah buah dari dedikasi dan kesetiaan dalam mengabdi kepada negeri. Saya yakin, Bapak/Ibu akan menjadi aset berharga bagi Kukar,” ujarnya.
Sebanyak 9.082 tenaga honorer menjadi PPPK melalui pengabdian tahun 2021 hingga 2025.
Mereka tersebar di seluruh perangkat daerah dan kecamatan yang ada di wilayah Kukar.
Langkah ini, kata Aulia, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan honorer yang telah lama menjadi isu nasional.
“Pengangkatan ini adalah bukti nyata komitmen Pemkab Kukar dalam menindaklanjuti amanat Undang-Undang ASN. Kami ingin memastikan bahwa seluruh tenaga honorer yang telah lama mengabdi mendapatkan kepastian status dan kesejahteraan,” tegas dia.
Ia mengatakan, kebijakan pengangkatan PPPK ini juga merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Pemkab Kukar untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik.
Dengan semakin banyaknya tenaga ASN yang memiliki kepastian status, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan transparan.
“Kami ingin memastikan pelayanan publik di Kukar berjalan optimal. Penataan tenaga kerja melalui pengangkatan PPPK ini tidak hanya menyelesaikan masalah honorer, tetapi juga meningkatkan kinerja pemerintahan secara menyeluruh,” kata Aulia.
Dia juga mengungkapkan rasa hormat dan apresiasinya kepada para tenaga honorer yang selama ini telah menunjukkan loyalitas tanpa pamrih.
Ia berharap para pegawai yang kini resmi menjadi PPPK dapat bekerja dengan lebih semangat, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
“Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Aulia pun menekankan pentingnya etos kerja, integritas, dan inovasi bagi seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Kukar.
Ia mengajak seluruh aparatur untuk bersama-sama membangun pemerintahan yang bersih, melayani, dan berorientasi pada hasil.
“ASN dan PPPK adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Maka saya minta agar semuanya bekerja dengan hati, dengan niat melayani, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” sebut dia.
Dengan total 9.082 PPPK yang telah diangkat, Pemkab Kukar menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian permasalahan tenaga honorer secara menyeluruh.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari program Kukar Idaman Terbaik, yang menempatkan peningkatan kualitas SDM aparatur sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.
Melalui kebijakan ini, dia berharap pelayanan publik di semua lini pemerintahan dapat lebih cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin birokrasi yang lebih profesional, efisien, dan melayani. Dengan dukungan PPPK yang baru dilantik, saya optimistis Kukar bisa terus tumbuh sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” tutup Aulia. (ASR/ADV)










