Disdikbud Kukar Sosialisasikan Seni Betutur Bedandeng

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat langkah pelestarian budaya lokal.

Salah satu yang kini tengah digiatkan adalah seni betutur bedandeng, sebuah tradisi lisan khas Kutai yang sarat dengan pesan moral, nasihat kehidupan, dan nilai-nilai adat.

Read More
banner 300x250

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menjelaskan bahwa bedandeng merupakan bentuk seni tutur yang menggunakan syair sebagai media penyampaian pesan.

“Bedandeng itu sebenarnya besyair, artinya menyampaikan pesan-pesan melalui lantunan syair. Biasanya berisi tentang adat, budaya, atau bahkan nasihat kehidupan,” ujar dia saat ditemui di sela kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, bedandeng memiliki irama yang khas, sering kali menyerupai lagu pengantar tidur.

“Ibaratnya seperti lagu, tapi bukan sekadar bernyanyi. Ada alunan lembut seperti saat menidurkan anak, namun di dalamnya terkandung pesan-pesan yang dalam. Kadang tentang kehidupan, kadang tentang adat istiadat,” jelas Saidar.

Dia mengakui bahwa dibandingkan dengan kesenian tarsul, bedandeng belum banyak dikenal, apalagi ditampilkan secara luas.

“Kalau tarsul sudah sering kita tampilkan, bahkan sudah diajarkan ke peserta didik dari SD sampai SMA. Tapi bedandeng ini belum banyak disentuh. Makanya, tahun ini kita mulai angkat lagi di kegiatan PKD, agar masyarakat mengenal kembali tradisi ini,” katanya.

Melalui momentum PKD, Disdikbud Kukar berupaya memperkenalkan kembali bedandeng kepada masyarakat luas.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemajuan kebudayaan daerah sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sebagai tindak lanjut, kata Saudara, Disdikbud Kukar berencana melakukan sosialisasi seni bedandeng ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah dan komunitas budaya.

“Kita akan bekerja sama dengan komunitas seni dan pelaku budaya lokal untuk mengajarkan bedandeng ini. Tahun depan, kita akan mulai sosialisasi dari tingkat pelajar hingga masyarakat umum,” ungkap dia.

Ia berharap sosialisasi ini tidak hanya sekadar mengenalkan bentuk seni tradisional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.

“Bedandeng bukan hanya warisan seni, tapi juga sarana pendidikan karakter. Lewat syair dan lantunan, ada pesan kebaikan, nasihat hidup, dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang bisa diteladani,” tutup Saidar. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *