Wisata Berpadu, Inovasi Dispar Kukar Perkuat Promosi Pariwisata Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi

Pamflet Inovasi Wisata Berpadu Dispar Kukar. (Doc. Dispar Kukar)
Pamflet Inovasi Wisata Berpadu Dispar Kukar. (Doc. Dispar Kukar)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi dalam memperluas promosi pariwisata daerah. Melalui inovasi bertajuk Wisata Berpadu, Dispar Kukar menggabungkan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan potensi wisata Kukar kepada masyarakat yang lebih luas.

Inovasi dengan tagline Kolaborasi dan Digitalisasi untuk Promosi Pariwisata Kutai Kartanegara ini menjadi langkah untuk membangun promosi wisata yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Read More
banner 300x250

Pemkab Kukar juga mendorong keterlibatan komunitas, pelaku usaha, asosiasi pariwisata, media, serta masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, menjelaskan bahwa sejumlah agenda kolaborasi telah dilaksanakan dan akan terus dikembangkan ke depannya.

“Jadi, kami sekarang sedang melaksanakan inovasi yang namanya Wisata Berpadu. Tagline-nya kolaborasi dan digitalisasi dalam melaksanakan promosi pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Ada beberapa agenda yang sudah dilaksanakan dan ada juga yang akan datang,” ujarnya, Jumat (23/10/26).

Salah satu bentuk kolaborasi dilakukan bersama komunitas penyelenggara acara melalui kegiatan promosi yang menggunakan skema sponsor tanpa membebani anggaran pemerintah. Kegiatan di kawasan Jam Bentong menjadi salah satu contoh kerja sama tersebut.

Selain itu, Dispar Kukar juga berkolaborasi dengan asosiasi pariwisata dalam kegiatan pameran atau expo. Dalam kerja sama ini, Dispar menyiapkan stan pameran, sementara para pelaku dan asosiasi pariwisata mengisi stan untuk memperkenalkan produk serta potensi wisata mereka.

Menurut Ivan, antusiasme pengunjung selama kegiatan pameran cukup tinggi. Hal ini menjadi peluang untuk memperluas promosi destinasi sekaligus memperkenalkan produk wisata lokal kepada calon wisatawan.

“Untuk expo kemarin, kami menyiapkan booth pamerannya, sedangkan mereka yang mengisi. Alhamdulillah, berdasarkan laporan mereka, antusiasme pengunjung sangat besar,” jelas Ivan.

Tak hanya mengandalkan kegiatan langsung, Wisata Berpadu juga memiliki tiga agenda digitalisasi. Pertama, membentuk grup WhatsApp khusus admin objek wisata sebagai wadah berbagi konten promosi. Melalui grup tersebut, pengelola destinasi dapat mengirimkan materi promosi yang kemudian dibantu publikasinya oleh Dispar Kukar dan kawan kawan.

Kedua, Dispar mulai mengembangkan dashboard pemantauan pemasaran untuk melihat perkembangan tren kunjungan wisatawan. Data tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan strategi promosi yang lebih tepat sasaran.

Ketiga, pengembangan portal website pariwisata terintegrasi yang mencakup website utama Dispar, portal promosi destinasi, serta portal data kepariwisataan. Dengan sistem ini, informasi wisata dan data pendukung diharapkan lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Untuk jangka panjang, Dispar Kukar juga menyiapkan kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) guna memperluas jangkauan promosi melalui media digital. Sementara bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), penguatan wisata edukasi akan diarahkan, salah satunya melalui Planetarium Jagad Raya Tenggarong.

Arah inovasi ini sejalan dengan pandangan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan kolaborasi berbasis komunitas dalam membangun ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi.

“Sebagai negara yang sedang menjalani transformasi digital secara masif, Indonesia percaya bahwa titik temu antara teknologi pintar dan kolaborasi yang berpusat pada komunitas (community-centric) merupakan cara yang tepat untuk membangun ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi di seluruh kawasan,” ucap Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana saat sambutan erau 2025.

Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan keterbatasan anggaran tidak seharusnya menghambat lahirnya inovasi dan kegiatan kreatif.

“Ketiadaan anggaran tidak menjadi alasan untuk tidak melaksanakan program. Semua potensi, semua sumber daya yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara harus bersinergi dengan badan usaha, melakukan kegiatan-kegiatan kreatif tanpa menghabiskan banyak pembiayaan dan banyak hal lainnya yang bisa kita lakukan,” tegasnya.

Melalui Wisata Berpadu, Dispar Kukar menargetkan jangkauan promosi yang lebih luas, peningkatan kunjungan wisatawan, penyebaran informasi destinasi yang lebih cepat dan akurat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *