KUKAR, LINGKARKALTIM: Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan pendidikan kepada 2.197 santri pondok pesantren dengan total anggaran mencapai Rp6,591 miliar.
Program yang masuk dalam Dedikasi Beasiswa dan Bantuan Pendidikan ini diharapkan dapat meringankan beban pondok pesantren dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri, mulai dari biaya makan, pendidikan hingga kebutuhan penunjang lainnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin, mengatakan setiap santri menerima bantuan sebesar Rp3 juta per tahun atau setara Rp250 ribu per bulan.
“Pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Pemkab Kukar melalui program Dedikasi Beasiswa dan Bantuan Pendidikan telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada 2.197 santri di pondok pesantren yang ada di Kukar,” ungkap Fathul,Jumat (23/10/26).
Ia menjelaskan, per 22 Oktober 2026, bantuan tersebut telah masuk ke rekening masing-masing santri. Selanjutnya, dana akan diteruskan ke rekening pondok pesantren melalui mekanisme pendebitan otomatis atau auto debit.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan santri selama tinggal di pondok pesantren. Program ini memang menyasar santri mukim atau santri yang menetap di lingkungan pesantren.
“Tujuan program ini sebenarnya untuk meringankan beban operasional pondok pesantren. Beban terbesar pesantren adalah biaya hidup para santri, mulai dari kebutuhan makan tiga kali sehari, laundry, hingga kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Fathul menyebutkan, program ini merupakan kelanjutan dari Kukar Berkah pada periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebelumnya.
Jika sebelumnya bantuan diberikan dalam bentuk hibah operasional sebesar Rp100 juta per pondok pesantren, kini pola penyalurannya diubah menjadi bantuan pendidikan langsung kepada santri.
Perubahan tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan secara lebih berkelanjutan dan mengurangi kendala administrasi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban hibah yang dihadapi sejumlah pengelola pesantren.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan program beasiswa santri tahun ini mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp6 miliar.
“Sebanyak 2.197 santri menerima beasiswa dengan total anggaran sebesar Rp6,591 miliar. Insyaallah, proses penyalurannya sudah berjalan dan diharapkan dapat diselesaikan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sunggono menambahkan, program tersebut menyasar santri dari berbagai tingkatan yang terdata di Kementerian Agama dan datanya disampaikan kepada pemerintah daerah. Adapun bantuan pendidikan untuk perguruan tinggi melalui program IKI merupakan program berbeda dengan mekanisme dan sasaran tersendiri.
Melalui bantuan ini, Pemkab Kukar berharap para santri dapat menjalani pendidikan dengan lebih baik, sekaligus membantu pondok pesantren menjaga keberlangsungan pelayanan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan para santri. (Adv/dil)










