KUKAR, LINGKARKALTIM: Ditengah perekonomian daerah melemah, sangat berdampak terhadap pelaku UMKM termasuk di kawasan Taman Tanjong, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pasalnya, para pelaku usaha mengalami penurunan omset drastis dari sebelumnya.
Salah seorang pelaku usaha pentol di Taman Tanjong, Fajar mengatakan, saat ini pendapatan yang diperoleh sekitar Rp. 300-500 ribu tiap harinya. Ini sangat berbeda dari beberapa bulan sebelumya yang bisa mencapai sekitar Rp. 1 juta tiap harinya.
“Ekonomi saat ini semakin sulit, tempat rekreasi sangat jarang ada pengunjung. Sehingga juga berdampak kepada tingkat penjualan,” kata Fajar pada Lingkarkaltim, di Taman Tanjong, Kamis (22/10/2026).
Ia mengaku, tingkat penjualan bisa maksimal ketika adanya suatu event yang digelar oleh pemerintah daerah.
Jika penjualan ini ramai, pastinya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun jika kondisi sepi seperti ini, maka penghasilan yang didapat hanya bisa bertahan untuk makan saja.
Dirinya berharap, ekonomi di daerah bisa segera membaik dan penjualan pelaku usaha lokal terjadi peningkatan.
Menanggapi hal itu, Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop UKM Kukar, Santi Effendi menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha lokal untuk naik kelas, salah satunya dengan cara memfasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha.
“Dengan adanya ijin usaha ini, bagian dari upaya mendorong pelaku usaha naik kelas,” jelas Santi Effendi.
Selain itu, pihaknya meminta kepada pelaku usaha untuk memperhatikan kualitas, kapasitas dan kuantitas dari produk mereka. Sehingga jika terjadi adanya permintaan tinggi tak mengecewakan konsumen.
“Kami terus melibatkan para pelaku UMKM, untuk dapat mengikuti sejumlah event. Ini bagian bentuk komitmen pemerintah daerah, untuk meningkatkan pendapatan mereka,” pungkasnya. (Riz)










