Atasi Banjir Loa Janan Ulu, Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda Sepakat Bangun Pintu Air

Peninjauan Lapangan Pemkab Kukar & Pemkot Samarinda terkait Pengendalian Aliran Air di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan, Sodetan KM 2 , Sabtu (3/10/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Peninjauan Lapangan Pemkab Kukar & Pemkot Samarinda terkait Pengendalian Aliran Air di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan, Sodetan KM 2 , Sabtu (3/10/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Kota Samarinda menyepakati langkah lintas daerah untuk penanganan banjir di Desa Loa Janan Ulu. Kesepakatan ini mencakup strategi jangka pendek hingga jangka panjang demi melindungi masyarakat dari ancaman luapan air Sungai Loa Janan Ulu.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, memberikan apresiasi atas pimpinan Kota Samarinda yang dinilai peduli terhadap dampak banjir lintas batas wilayah.

Read More
banner 300x250

“Iya, kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara pertama-tama mengapresiasi Bapak Wali Kota Samarinda yang sudah datang ke Kukar. Beliau tidak hanya memikirkan perspektif penanganan banjir di wilayah Kota Samarinda saja, tetapi juga mendengarkan pendapat dari kita. Karena kalau seandainya kegiatan ini tetap terus dilaksanakan, Desa Loa Janan Ulu yang selama ini sekitar 70 persen wilayahnya terendam banjir ketika air pasang, bisa saja seluruhnya tenggelam jika kegiatan ini tetap berlanjut,” ungkap Aulia, Sabtu (3/10/2026).

Sebagai langkah darurat, Pemkot Samarinda disarankan membangun pintu air guna menahan lonjakan debit air hujan maupun luapan pasang.

“Memang harus kami akui, Bapak Wali Kota Samarinda sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam penanganan banjir di Samarinda, dan ilmu serta pengalaman tersebut ditularkan kepada kita di sini. Kita menginginkan agar debit air tidak bertambah lagi, terutama ketika nanti curah hujan meningkat. Tadi disarankan oleh beliau agar kita memasang pintu air. Dengan demikian, selama Sungai Loa Janan Ulu belum dinormalisasi, debit air tidak bertambah sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat di sekitar,” tambahnya.

Bupati Aulia menegaskan penanganan teknis akan dikawal oleh tim lintas instansi yang melibatkan Pemprov Kaltim, Pemkab Kukar, Pemkot Samarinda, dan BWS Wilayah IV, dengan target penanganan fisik dimulai pada 2027.

Camat Loa Janan, Heri Rusnadi, menyambut baik sinergi dua pemerintah daerah tersebut.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih, apresiasi terhadap kedua belah pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda. Hari ini tercapai satu kesepakatan yang intinya pekerjaan ini bisa dilaksanakan dengan beberapa opsi tadi yang disampaikan oleh Pak Wali Kota dan Pak Bupati Kukar. Bahwa penyelesaian ini jangka pendek, menengah sampai jangka panjang,” tutur Heri.

Heri menambahkan, seluruh persoalan lahan di lapangan sudah diselesaikan oleh Pemkot Samarinda. Pihaknya optimistis pengerjaan pintu air dapat selesai sesuai target pada akhir tahun. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *