Pemkab Kukar Dorong Layanan KB Gratis Demi Wujudkan Keluarga Berkualitas

Kegiatan Sosialisasi, Edukasi Program KB dan Kontrasepsi, serta Pelayanan KB Gratis yang digelar di Puskesmas Rapak Mahang, Jalan Pesut, Tenggarong, Jumat (2/10/2026). (Dilla/lingkarkaltim)
Kegiatan Sosialisasi, Edukasi Program KB dan Kontrasepsi, serta Pelayanan KB Gratis yang digelar di Puskesmas Rapak Mahang, Jalan Pesut, Tenggarong, Jumat (2/10/2026). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Program Keluarga Berencana (KB) kini tak lagi sekadar urusan membatasi jumlah anak atau pemakaian alat kontrasepsi semata. Lebih jauh dari itu, KB merupakan bagian mendasar dari investasi pembangunan manusia serta perencanaan kehidupan keluarga secara menyeluruh.

Pesan kuat tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi, Edukasi Program KB dan Kontrasepsi, serta Pelayanan KB Gratis yang digelar di Puskesmas Rapak Mahang, Jalan Pesut, Tenggarong, Jumat (2/10/2026).

Read More
banner 300x250

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra, Martina Yulianti, menegaskan merencanakan jumlah dan jarak kelahiran memiliki dampak langsung terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus memastikan pola pengasuhan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Momen ini sejalan dengan peringatan World Contraception Day (Hari Kontrasepsi Sedunia) yang mengusung tema “No Barriers, Just Choices”. Tema ini menekankan pentingnya menghapus stigma, keterbatasan informasi, maupun hambatan akses pelayanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat.

“Kita ingin memastikan masyarakat tidak kekurangan informasi, tidak terhalang mendapatkan pelayanan, dan tidak takut berkonsultasi. Keputusan ber-KB harus didasarkan pada informasi kesehatan yang benar, bukan mitos yang beredar,” paparnya.

Capaian program KB di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pun menunjukkan tren yang sangat positif. Data mencatat jumlah peserta KB aktif meningkat pesat dari 77.096 peserta pada tahun 2025 menjadi 88.556 peserta hingga September 2026.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang naik dari 19,74 persen (15.220 peserta) menjadi 21,54 persen (19.000 peserta).

Bersamaan dengan itu, angka unmet need atau kebutuhan ber-KB yang belum terlayani berhasil ditekan turun dari 4,98 persen menjadi 2,92 persen.

Meski demikian, Yuli mengingatkan agar jajaran pelaksana tidak berpuas diri hanya pada pencapaian angka statistik. Keberhasilan sejati terlihat dari seberapa dalam masyarakat memahami manfaat nyata dari perencanaan keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Maman Setiawan menambahkan bahwa upaya ini fokus membentuk keluarga yang tangguh dan terencana sejak dini.

“Intinya, program ini bertujuan mewujudkan keluarga berkualitas. Perencanaan ini penting, bahkan dimulai dengan pemahaman usia pernikahan yang matang. Kegiatan hari ini menjadi puncak rangkaian acara momentum peringatan KB di Kukar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah, menyampaikan pelayanan KB gratis kali ini menargetkan 100 akseptor. Dengan fokus utama pada layanan MKJP seperti Implan (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit/AKBK) dan IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).

“Sejak pagi hari, antusiasme masyarakat terlihat tinggi untuk memanfaatkan fasilitas layanan KB ini,”ujarnya.

Melalui sinergi antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), Dinas Kesehatan, para bidan, serta kader penyuluh di lapangan, Pemkab Kukar terus mendorong masyarakat menjadikan KB sebagai bagian dari gaya hidup dan budaya keluarga modern. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *