Pemkab Kukar akan Libatkan Perusahaan untuk Berkontribusi Terhadap Pariwisata

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (M. As'ari/Lingkar Kaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar akan melibatkan perusahaan untuk berkontribusi lebih nyata terhadap pengembangan pariwisata melalui konsep One Company, One Festival.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan pengembangan pariwisata tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui dinas maupun organisasi perangkat daerah (OPD).

Read More
banner 300x250

Perusahaan yang beroperasi di Kukar juga harus mengambil bagian melalui dukungan terhadap kegiatan maupun festival di wilayah operasionalnya.

“One Company, One Festival itu wajib dilaksanakan di Kutai Kartanegara untuk membantu bukan hanya dinas yang bekerja, bukan hanya OPD yang bekerja, bukan hanya pemerintah yang bekerja, tapi juga perusahaan ikut berkontribusi secara nyata untuk bidang pariwisata di Kutai Kartanegara, khususnya yang ada 20 kecamatan,” tegas dia, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, kontribusi perusahaan dapat diarahkan tidak hanya dalam bentuk dukungan terhadap kegiatan yang sudah ada, tetapi juga menciptakan kegiatan yang berpotensi menjadi daya tarik wisata baru di Kukar.

Ia ingin perusahaan yang telah mengambil hasil kekayaan Kukar tidak hanya menyelenggarakan kegiatan di luar daerah, tetapi juga menghadirkan kegiatan di wilayah tempat perusahaan beroperasi.

“Kita kasih contoh, Bayan. Bayan jangan hanya bikin acara festival olahraga di Balikpapan, tapi juga Bayan harus bikin di Tabang,” ujar Rendi.

Dia menilai bahwa masih banyak perusahaan besar lainnya yang beroperasi di Kukar dan dapat mengambil peran dalam pengembangan pariwisata.

Kontribusi tersebut dapat diarahkan pada festival maupun kegiatan yang memiliki potensi menciptakan dan memperkuat objek pariwisata di daerah.

“Perusahaan-perusahaan besar lainnya di Kutai Kartanegara yang wajib hukumnya juga berkontribusi nyata untuk festival ataupun untuk kegiatan-kegiatan yang menimbulkan objek pariwisata di Kutai Kartanegara itu sendiri,” tuturnya.

Rendi menjelaskan program tersebut masih dalam tahap awal. Sementara dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), program yang telah masuk sebelumnya adalah One District, One Festival.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Kukar belum dapat melaksanakan agenda festival yang benar-benar baru.

Pemerintah memilih mempertahankan kegiatan yang telah memiliki rangkaian penyelenggaraan sebelumnya.

“Jadi agenda yang sifatnya baru itu belum bisa dilaksanakan,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan konsep One Company, One Festival merupakan bentuk kolaborasi yang didorong pimpinan daerah untuk menghadapi kondisi keuangan saat ini.

Ia mengatakan bahwa keterbatasan anggaran mendorong pemerintah untuk mencari pola baru dalam menjalankan kegiatan pariwisata.

Salah satunya dengan membuka ruang kolaborasi bersama perusahaan yang beroperasi di Kukar.

“Itu merupakan bentuk kolaborasi dari pimpinan kita untuk menyiasati kondisi keuangan saat ini. Kita diberikan tantangan untuk lebih berkreasi dalam melaksanakan kegiatan dengan berkolaborasi bersama pihak-pihak perusahaan,” sebut dia.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan sebuah acara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kekayaan lokal yang menjadi bagian dari identitas Kukar.

“Harapannya, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutai Kartanegara memiliki kepedulian terhadap adat, budaya, maupun seni yang ada di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *