KUKAR, LINGKARKALTIM.COM : Hembusan angin musim kemarau dimanfaatkan para pegiat layang-layang untuk berkumpul dan bersilaturahmi di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (19/9/2026).
Ratusan layang-layang dari berbagai bentuk dan kreasi menghiasi langit Bukit Biru dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Layang-Layang yang digelar komunitas Tim Cikirat Munggul.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta layang-layang dari berbagai daerah. Tidak hanya warga Bukit Biru, peserta juga datang dari sejumlah wilayah sekitar, di antaranya Desa Rempanga, Sumbersari, Ponoragan, Bangun Sari hingga Palaran.
Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum untuk memperkuat hubungan antarpemain layang-layang sekaligus memperluas jaringan persahabatan antar-komunitas.
“Tujuannya adalah memperkuat silaturahmi pemain atau tim layang-layang,” kata Sudiyarso.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan perdana Kopdar Layang-Layang di Tenggarong dan digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia, Jainudin, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat solidaritas dan persaudaraan yang terbangun di antara para pencinta layang-layang.
Menurutnya, layang-layang tidak sekadar menjadi permainan atau hobi, tetapi juga bagian dari tradisi yang mampu mempertemukan masyarakat lintas wilayah dan latar belakang.
“Karena dari solidaritas persaudaraan lintas pemain layang-layang ini sendiri. Ini sifatnya tradisi, tetapi sudah mendunia,” ujarnya.
Jainudin memperkirakan terdapat sekitar 300 hingga 400 layang-layang yang ikut diterbangkan. Jumlah tersebut masih bersifat perkiraan karena peserta datang dengan pola yang beragam, baik berdasarkan undangan maupun secara spontan.
Keunikan lain dari kegiatan ini adalah tidak adanya batasan mengenai bentuk maupun jenis layang-layang yang diterbangkan. Setiap peserta diberikan kebebasan menampilkan hasil kreativitas masing-masing.
“Tidak harus menentukan jenis atau model seperti apa. Tergantung kreasi mereka, mau membuat layang-layang model seperti apa, silakan,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Jika kondisi cuaca tetap mendukung, para peserta berencana melanjutkan aktivitas menerbangkan layang-layang hingga Minggu pagi.
Jainudin berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya. Antusiasme peserta dan dukungan dari komunitas di wilayah sekitar menjadi modal untuk menjaga kegiatan tersebut tetap berjalan.
“Harapannya dengan adanya kegiatan Kopdar Layang-Layang ini, warga dan teman-teman dari semua kalangan bisa lebih mempererat persaudaraan dan persahabatan. Satu langit, satu hobi, satu persaudaraan,” tutupnya. (Ahk)










