Bupati Kukar Lantik 58 Pejabat Administrator dan Pengawas, Minta Segera Bergerak Layani Masyarakat

Pelantikan Pejabat Administrator dan pengawas sebanyak 58 orang, Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Jumat (18/9/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Pelantikan Pejabat Administrator dan pengawas sebanyak 58 orang, Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Jumat (18/9/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR,LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melakukan pengisian jabatan melalui pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Kukar, Jumat (18/9/2026) sore.

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar tersebut dipimpin langsung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Sebanyak 58 pejabat dilantik, terdiri dari lima pejabat administrator dan 53 pejabat pengawas.

Read More
banner 300x250

Aulia mengatakan, pelantikan kali ini sebagian besar menyasar pejabat yang bertugas di tingkat kecamatan dan kelurahan. Pengisian jabatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi pemerintah daerah dengan jajaran di tingkat wilayah.

Menurutnya, kondisi di lapangan saat ini membutuhkan gerak cepat pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar. Karena itu, keberadaan pejabat yang bertugas di kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat mempercepat koordinasi sekaligus penanganan persoalan masyarakat.

“Sebagian besar yang kita lantik adalah pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan. Kondisi hari ini membutuhkan koordinasi yang cepat dari pemerintah kabupaten dengan pemerintah kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan,” kata Aulia.

Pejabat yang baru dilantik tidak hanya dituntut menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus segera menyesuaikan diri dengan wilayah kerja masing-masing.

Bupati Aulia meminta para pejabat yang dilantik segera turun ke lapangan, memahami kondisi wilayah, serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pesan saya, segera menyesuaikan diri di lapangan. Segera bantu dan ambil posisi di lapangan,” tegasnya.

Bupati Aulia juga menyoroti pentingnya peran camat dan lurah sebagai bagian dari pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, pejabat di tingkat wilayah harus mampu menjadi penghubung yang cepat antara persoalan masyarakat dengan pemerintah kabupaten. Ia juga mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar selalu siap ketika dibutuhkan dalam menjalankan tugas.

“Ketika Bapak Ibu dibutuhkan oleh masyarakat, ketika dibutuhkan oleh pimpinan, harus segera datang dan menyelesaikan permasalahan yang akan kita selesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kukar Rendra Abadi mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses penataan dan pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Kukar.

Ia menyebut, masih terdapat sejumlah jabatan yang belum terisi dan akan dilakukan melalui tahapan pelantikan berikutnya.

“Memang ada tahapan. Insyaallah dalam waktu dekat akan ada pelantikan lagi. Masih ada beberapa jabatan yang kosong, terutama di OPD yang harus kita isi,” jelas Rendra.

Ia menargetkan proses pengisian jabatan yang masih kosong dapat diselesaikan pada Oktober hingga November 2026. Hal tersebut juga berkaitan dengan adanya sejumlah pejabat yang memasuki masa pensiun.

“Targetnya Oktober-November sudah selesai. Karena pada Oktober banyak yang pensiun, sehingga kita harus melakukan pengisian jabatan lagi,” tandasnya.

Dengan pelantikan ini, Pemkab Kukar berharap roda pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan dapat berjalan semakin optimal. Para pejabat yang baru dilantik juga diharapkan mampu segera bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.(Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *