KUKAR,LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjalankan berbagai program untuk mendukung pengembangan dan kemajuan pada sektor pertanian dan peternakan. Tahun ini (2026-red), penguatan sarana dan prasarana pertanian, penyuluhan, hingga pengembangan peternakan tetap menjadi bagian dari program kerja yang dijalankan.
Kepala Distanak Kukar, M.Rifani mengatakan, secara teknis terdapat enam program yang menjadi fokus dinas. Program tersebut mencakup penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian, pengendalian Kesehatan ternak dan masyarakat vertiner, pengendalian dan penanggulangan bencana pertanian, perizinan usaha pertanian serta penyuluhan pertanian.
“Secara teknis ada enam program. Meliputi prasarana, sarana, bibit ternak, pengendalian hama penyakit tanaman dan ternak, termasuk peningkatan kapasitas penyuluh dan kapasitas lainnya,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).
Untuk sektor peternakan, salah satu sasaran program tahun ini adalah penyaluran bibit ayam petelur dan ayam pedaging. Namun, jumlah bantuan akan menyesuaikan dengan kapasitas kandang yang telah dibangun oleh kelompok penerima.
Dari sisi anggaran, pelaksanaan program tahun ini juga menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Keterbatasan anggaran membuat sejumlah kegiatan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas.
Sementara untuk sektor tanaman pangan dan hortikultura, pengembangan komoditas padi dan jagung masih dominan dalam mendukung ketahanan pangan ada juga seperti cabai, bawang dan lainnya tetap menjadi perhatian.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, M. Farid, menjelaskan, saat ini peran Distanak lebih banyak diarahkan pada monitoring dan pendampingan petani. Hal ini menyusul adanya perubahan regulasi terkait pengadaan benih oleh pemerintah pusat.
“Kami mengupayakan bagaimana petani bisa mengembangkan usahanya. Tugas kami tetap melakukan monitoring dan mendampingi petani,” jelasnya.
Salah satu tantangan yang banyak disampaikan petani saat ini adalah persoalan ketersediaan air akibat musim kemarau. Kondisi tersebut dirasakan baik oleh petani tanaman pangan maupun hortikultura.
Karena itu, Distanak Kukar terus mendorong penguatan sistem irigasi, termasuk pompanisasi. Namun, bantuan pompa juga harus disesuaikan dengan ketersediaan sumber air di lapangan.
“Kalau ada sumber air, kami bisa mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat. Kalau tidak ada sumber airnya, pompa juga tidak akan maksimal,” terangnya.
Untuk bantuan benih jagung, sekitar 482 hektare di sejumlah kecamatan mendapat dukungan benih dari pemerintah pusat. Namun, sebagian petani masih menunggu kondisi air membaik sebelum melakukan penanaman.
Sementara bantuan benih padi telah disalurkan ke petani pada kondisi tertentu. Di antaranya untuk wilayah Danau Melintang Kec. Muara Wis, Desa Pela Kec. Kota Bangun, dan Danau Semayang Kec. Kenohan. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan kelompok tani.
Distanak juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait program pompanisasi dan bantuan pertanian lainnya. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani menghadapi kondisi kekeringan sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Kukar. selain itu juga kami berkoordinasi dengan BPBD Kukar dalam rangka menanggulangi kekeringan lahan sawah dengan support bantuan pompa dan bahan bakarnya.
Saat ini, jumlah penyuluh pertanian di Kukar tercatat berjumlah sekitar 118 orang. Mereka memiliki peran penting dalam mendampingi petani, mulai dari pendataan, penyampaian informasi bantuan, hingga pengawalan budidaya di lapangan.
Adapun sentra pertanian Kukar tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kota Bangun, Muara Kaman, Sebulu, Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa Kulu, Marangkayu, Anggana, Samboja, dan Loa Janan.
Distanak Kukar menyebut, sektor pertanian daerah memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Timur. Data yang disampaikan menyebut sekitar 40 persen dukungan terhadap ketahanan pangan Kaltim berasal dari Kukar, sementara berdasarkan data BPS, kontribusi gabah Kukar juga menjadi bagian besar dalam produksi gabah di tingkat provinsi.
Dengan berbagai program dan pendampingan yang terus berjalan, Distanak Kukar optimis produktivitas petani tetap terjaga meski menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan perubahan kondisi cuaca. Penguatan irigasi, ketersediaan sumber air, bantuan benih, serta pendampingan penyuluh menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian di daerah.(Adv/dil)










